Balikpapan, Borneoupdate.com – Setelah hampir tujuh bulan lamanya pasca meninggalnya Bapak Supeno, kini masjid Babul Hidayah di Jalan Mess Projakal kelurahan Muara Rapak – Balikpapan Utara, telah memiliki ketua baru yakni Muhamad Abdoli, S.Pd.I usia 39 tahun kelahiran Sampit, Kotim, Kalimantan Tengah. Abdoli yang berlatar belakang pendidikan di bidang keagamaan seperti mondok di Ponpes Darussalam Martapura, Ponpes Al Falah Putra Banjarbaru dan STAI Al Falah Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah terpilih sebagai Ketua Masjid Babul Hidayah masa bakti 2023-2027, setelah dinyatakan unggul satu suara dengan memperoleh 16 suara dari calon petahana Muhammad Yusuf yang meraih 15 suara.
Proses pemilihan Ketua Masjid Babul Hidayah periode 2023-2027 secara tertutup yang dipandu Sekretaris Muhammad Yusuf ini, dihadiri sebanyak 39 jamaah masjid Babul Hidayah, ketua RT setempat serta Sekretaris Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Balikpapan Utara Sugianto berlangsung dengan lancar,sukses dan demokratis (Selasa, 21/02/23).
Berdasarkan absensi daftar hadir yang ditandatangani sebanyak 39 jamaah, ternyata setelah dibagikan surat suara sebanyak 39 lembar yang dikembalikan ke panitia hanya 37 surat suara. Selanjutnya setelah melalui proses perhitungan sebanyak 16 suara memilih Muhamad Abdoli, 15 suara memilih Muhammad Yusuf, 6 surat suara dinyatakan tidak sah atau batal lantaran 4 suara memilih Pak Simon yang bukan kandidat calon, 1 suara abstain dan 1 suara penuh coretan-coretan.

Jika mengacu peraturan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Balikpapan Utara, ada sejumlah persyaratan umum yang dinilai sangat memberatkan bagi calon yang ingin maju sebagai Ketua. Diantara kriteria tersebut yakni mampu menjadi Imam Masjid jika Imam rawatip berhalangan, mampu menjadi Khotib sholat jum’at jika yang bertugas tak hadir, bisa membaca doa jika dibutuhkan serta mampu baca tulis Al Qur’an dan huruf Hijaiyah pada umumnya.
” Namun kriteria calon ketua tersebut tidak sepenuhnya menjadi syarat mutlak selama masih bisa dimusyawarahkan bersama seluruh jamaah, jika yang bersangkutan memenuhi persyaratan lainnya dan dinilai arif bijaksana serta mampu bekerjasama dengan semua pihak,” jelas Sugianto
Sementara itu Bendahara periode 2018-2022 Satimo menegaskan, pihaknya selama ini bekerja Lillahi Taala dalam mengatur keuangan untuk operasional masjid termasuk kegiatan keagamaan. Dirinya menyadari apa yang dikerjakan selama ini sudah baik, namun belum tentu dimata jamaah lainnya baik. Menurutnya, dengan tidak adanya ketua tidak bisa maksimal menggunakan anggaran, disisi lain rekening Bank milik masjid yang seharusnya setiap pencairan dana harus ditanda tangani berdua, yakni Ketua dan Bendahara saat ini telah dibekukan pihak Bank.
“Jadi dalam penggunaan anggaran tidak bisa maksimal, apalagi masa bakti kepengurusan sudah berakhir tahun 2022 lalu. Kali ini Saya laporkan jumlah dana seluruhnya sekitar 77 juta rupiah baik dana yang ada di Bank dan di Saya sekitar enam juta rupiah. Untuk itu, sebagai pertanggungjawaban penggunaan dana maka Saya serah-terimakan laporan beserta dananya ke Ketua RT.28 dan RT 29.” Tegas Satimo.
“Saya berharap dengan terpilihnya Muhamad Abdoli sebagai ketua baru bisa amanah, transparan dan ke depan mampu membawa kemakmuran masjid babul hidayah. Ketua terpilih juga bersedia mengakomodir masukan dari para sesepuh dan jamaah dalam menjalankan setiap kegiatan, termasuk keinginan mayoritas jamaah dalam menyusun kepengurusan khususnya tiga jabatan penting yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara, mewakili jamaah dari RT 28, 29 dan RT 30,” Pungkasnya.
Ketika sebagian jamaah meminta Satimo untuk maju lagi sebagai pengurus, dirinya menolak dengan tegas dengan alasan sudah cukup mengabdi selama ini, dan menyatakan siap memberikan masukan buat yang muda-muda. Pernyataan tegas tersebut menandakan bahwa dirinya tidak ambisi terhadap jabatan, apalagi nantinya harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Sementara Ketua terpilih Muhamad Abdoli yang saat ini bekerja sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMKN 1 Balikpapan dan menjadi imam di Masjid Jabal Nur, Bukit cinta, Balikpapan, semasa masih pendidikan pernah aktif di sejumlah organisasi seperti BEM STAI Al Falah, BNN banjarbaru, PMII Banjarbaru dan OSIS Ponpes Al falah Banjarbaru, mengucapkan terimakasih kepada para tokoh dan jamaah masjid Babul Hidayah yang telah memilihnya sebagai ketua. Dirinya secara jujur menegaskan, tidak mempunyai kepentingan apa pun atas nama perorangan atau kelompok.
“Saya mengucapkan terimakasih karena telah diberikan kepercayaan oleh para jamaah sebagai Ketua Masjid Babul Hidayah. Saya berharap Masjid Babul Hidayah bisa menjadi model atau contoh kemakmuran masjid, dimana seluruh warga di lingkungan masjid khususnya umat muslim merasa memiliki dan bersama-sama memakmurkan masjid Babul hidayah,” terang Muhamad Abdoli
“Karena masjid adalah milik umat islam pada umumnya dan khususnya warga di sekitar lingkungan masjid, oleh karena itu dalam menyusun kepengurusan seperti sekretaris, bendahara, seksi ibadah, seksi PHBI, seksi fardu kifayah, seksi pendidikan Alquran atau TPA, seksi pembangunan dan seksi sapras, saya siap menerima masukan dan saran dari para tokoh dan jamaah masjid Babul Hidayah agar semuanya terakomodir dan sinergitas dalam menjalankan setiap kegiatan,” janjinyanya
Muhamad Abdoli menyadari, sukses dan tidaknya agenda organisasi perlunya kerjasama yang solid dari semua pihak. Untuk menepis anggapan sering kali struktur organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya, dimana dalam setiap kegiatan tidak memberdayakan masing-masing seksi, kedepan dirinya berkomitmen untuk selalu berkomunikasi dengan jajaran pengurus dan seluruh jamaah dalam memakmurkan masjid. Selain itu dalam setiap kegiatan keagamaan yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Balikpapan, akan dibentuk kepanitian yang melibatkan warga dan jamaah masjid Babul Hidayah. (TS)
















Discussion about this post