Balikpapan, Borneoupdate.com – Wajah pesisir kota minyak bersiap untuk bersalin rupa. Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan kini mengarahkan radar pembangunan pada hunian warga di sepanjang garis pantai yang kondisinya memprihatinkan.
Melalui program bedah rumah tahun ini, perhatian besar tertuju pada kawasan padat penduduk di tepian laut. Fokusnya tajam: membedah rumah yang masuk kategori tidak layak huni menjadi hunian sehat dan bermartabat.
Berdasarkan pemetaan terbaru, sebaran rumah tidak layak huni di Balikpapan tidak merata. Di mana wilayah pesisir mendominasi daftar penerima bantuan kali ini.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengungkapkan konsentrasi program memang lebih banyak menyentuh area yang berbatasan langsung dengan laut. “Sebagian besar berada di daerah pesisir, seperti Balikpapan Timur, Balikpapan Kota, dan Balikpapan Barat,” ujarnya, Senin (02/03).
Yusri menyebutkan dalam rencana kerja Disperkim terdapat data ketiga kecamatan tersebut. Ketiganya memang dikenal memiliki pemukiman padat yang rentan terhadap abrasi dan kerusakan material akibat uap air laut.
Meski pesisir menjadi primadona, ia memastikan program ini tetap menjangkau seluruh penjuru kota. Ada total enam kecamatan yang masuk dalam daftar intervensi pemerintah. Namun, untuk wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan, jumlahnya memang relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah pesisir.
“Paling banyak di rumah-rumah yang masuk dalam program 100 rumah tadi. Program ini terbagi di enam kecamatan, tapi memang mayoritas di barat, kota, dan timur,” jelasnya.
Pemerintah tidak main-main dalam urusan pendanaan. Total anggaran yang dikucurkan mencapai kurang lebih Rp 3 miliar. Setiap unit rumah akan mendapatkan suntikan dana sekitar Rp 30 juta. Angka ini diharapkan mampu memperbaiki struktur bangunan secara signifikan, mulai dari lantai hingga atap.
Bagi Komisi III, program ini adalah solusi konkret. Tujuannya bukan sekadar memperbaiki dinding yang rapuh, tapi meningkatkan kualitas hidup warga berpenghasilan rendah secara nyata.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar menata estetika Balikpapan. Dengan rumah-rumah yang lebih tertata di area pesisir, wajah kota akan terlihat lebih rapi dan bersih. Penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan lingkungan permukiman secara keseluruhan.
“Kita ingin menghadirkan hunian layak sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan dan wajah kota secara menyeluruh. Intinya kami berada di sisi pengawasan. Kami berharap program ini terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (ane)

















Discussion about this post