Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi I DPRD Kota Balikpapan meminta semua pihak bersinergi dalam implementasi predikat Kota Layak Anak (KLA). Karena status tersebut menuntut tanggung jawab besar yang melibatkan seluruh lini pemerintahan.
Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, menilai upaya mewujudkan kota yang ramah terhadap tumbuh kembang anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi. Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) butuh sokongan penuh dari sektor lain.
Ia menekankan pentingnya harmonisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Baginya, isu anak adalah isu multidimensi yang menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur fisik.
“Perlu dukungan dari OPD lain, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Dinas Pekerjaan Umum. Semua harus terintegrasi untuk mewujudkan kota layak anak yang sesungguhnya,” ujarnya, Sabtu (07/03).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan ego sektoral harus ditinggalkan. Jika setiap dinas berjalan sendiri-sendiri, maka kebijakan perlindungan anak hanya akan menyentuh permukaan tanpa menyelesaikan akar masalah di lapangan.
Salah satu poin krusial yang disoroti Iwan adalah pembangunan infrastruktur. Ia mencontohkan bagaimana Dinas Pekerjaan Umum (PU) memiliki peran vital dalam merancang wajah kota yang aman bagi anak-anak.
Ia menginginkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Balikpapan tidak hanya sekadar menyediakan lahan kosong dengan pepohonan. RTH masa depan harus menjadi ekosistem belajar yang menyenangkan.
“Dukungan ini akan sangat membantu DP3AKB dalam menyusun kebijakan. Misalnya, pembangunan taman yang tidak hanya estetis, tetapi wajib dilengkapi area bermain yang aman dan fasilitas literasi,” lanjutnya.
Tak hanya soal pembangunan fisik, peran Satpol PP juga disoroti dalam konteks pengawasan ruang publik. Keamanan anak di jalanan dan taman kota menjadi tolok ukur nyata apakah sebuah kota benar-benar peduli pada generasi penerusnya.
Iwan menyebut integrasi data dan program antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan juga dianggap kunci dalam memantau gizi serta pola asuh anak di sekolah. Iwan meyakini, dengan sistem yang terintegrasi, Balikpapan akan memiliki pondasi kuat sebagai kota ramah anak yang substansial.
“Semua harus bergerak bersama. Jika orkestrasi ini berjalan baik, maka kenyamanan dan keamanan anak-anak di Balikpapan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas harian,” tutupnya. (san)
















Discussion about this post