Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan memberikan reaksi atas dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang meresahkan masyarakat. Karena kondisi bisa menyebabkan konsumen mengalami kerugian yang besar selama 5 tahun terakhir. Untuk itu, PT Pertamina Patra Niaga harus memberikan bukti terhadap persoalan ini sebagai bentuk perlindungan konsumen.
“Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan akibat dugaan peredaran BBM yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, kami akan segera melakukan kunjungan lapangan dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pertamina Patra Niaga,” ujar Taufik Qul Rahman, Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Sabtu (01/03).
Menurut Taufik, temuan di lapangan menunjukkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan setelah menggunakan BBM yang diduga oplosan. Keluhan masyarakat semakin banyak, sehingga DPRD merasa perlu bertindak cepat untuk memastikan kualitas BBM yang beredar tetap sesuai dengan standar yang berlaku. Di mana perlu adanya pembuktian langsung terkait kualitas BBM di SPBU.
“Saya bertemu langsung dengan warga yang kendaraannya mogok setelah mengisi BBM di beberapa SPBU. Ini bukan kasus yang bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Taufik, DPRD juga mempertanyakan pengawasan oleh Pertamina dalam distribusi BBM. Jika benar ada indikasi penyimpangan dalam penyaluran atau pencampuran BBM maka tindakan tegas harus segera diambil. “Kami akan meminta Pertamina menjelaskan bagaimana pengawasan mereka selama ini. Jika ada pelanggaran, kami mendorong agar segera ada sanksi yang diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Kasus dugaan BBM oplosan ini, tambah Taufik, tidak hanya menjadi perhatian di Balikpapan, tetapi juga mendapat sorotan di tingkat nasional. DPRD berharap Pertamina dapat segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pelaku peredaran BBM yang diduga tidak memenuhi standar tersebut. Agar keresahan di masyarakat bisa mereda.
“Kami akan terus mengawal kasus ini agar masyarakat tidak lagi menjadi korban. Kami juga mengajak seluruh pihak terkait untuk berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM di kota ini,” tutupnya. (SAN)
Discussion about this post