Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Balikpapan akan menertibkan sebanyak 520 petak di sejumlah pasar tradisional yang ada di kota Balikpapan. Penertiban dilakukan pada pedagang yang menggulung pelindung plastik di depan petak yang sudah terpasang. Sebab keberadaan pelindung itu merupakan bagian dari protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah setempat.
Kadisperindag Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman mengatakan dari pantauan petugas di lapangan banyak kedapatan pedagang yang menggulung plastik pelindung yang terpasang di petak mereka masing-masing. Alasan pedagang karena plastik yang terpasang itu menyebabkan suhu udara di tepak mereka menjadi panas.
“Banyak pedagang menggulung plastik yang sudah terpasang alasannya panas kata mereka,” ujar Arzaedy kepada wartawan, Kamis (08/10).
Padahal pemasaran plastik itu lanjut Arzaedi, menghabiskan anggaran penanggulangan covid-19 hingga Rp 200 juta lebih. Dimana anggaran itu digunakan untuk memasang pelindung plastik di 520 petak yang ada di 6 pasar tradisional yang tersebar di Balikpapan.
“Jadi solusinya kita buat potongan plastik yang terpasang. Tujuannya agar sirkulasi udara bisa membuat suhu di dalam petak tidak terlalu panas. Jadi kalau ada angin itu bisa lah melambai-lambai,” jelasnya.
Menurut Arzaedi proses pembelahan terhadap plastik di depan petak akan dilakukan oleh penyedia barang dan jasa yang memasang sebelumnya. Sehingga pemerintah tidak menganggarkan biaya untuk kegiatan pembelahan plastik yang termasuk program protokol kesehatan covid-19 di Balikpapan.
“Untuk membelah ini tidak pakai anggaran. Kita minta bantuan yang memasang lah yang nanti membelah. Jadi kalau nanti salah bisa langsung ganti. Kalau kita yang membelah nanti siapa yang mengganti,” tambahnya. (FAD)
Discussion about this post