Balikpapan, Borneoupdate.com – Kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini masih berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Salah satunya ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan yang menjadi rujukan bagi pasien cuci darah maupun penyakit yang memerlukan tambahan transfusi darah.
Teknisi Transfusi Darah PMI Kota Balikpapan, Rini Asnija mengakui situasi pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada ketersediaan stok darah. Pasalnya banyak pendonor yang mengurungkan niat untuk melakukan donor darah lantaran khawatir akan terinfeksi virus corona. Padahal mendonorkan darah jauh lebih penting selama pandemi untuk memenuhi kebutuhan darah pasien.
“Sebenarnya tidak ada kaitan donor darah dengan Covid-19 selama protokol kesehatan dipenuhi. Apalagi penularan virusnya bukan dari darah tapi dari droplet atau cairan. Tapi memang pendonor keburu khawatir terpapar makanya urung donor darah,” ujarnya.
Rini menjelaskan ketersediaan stok darah di PMI Kota Balikpapan sempat menurun hingga hanya tersedia sekitar 20% dari kebutuhan rata-rata sekitar 70 kantong per hari di awal pandemi Covid-19. Kondisi diakibatkan banyak pendonor yang biasa mendonorkan darah khawatir dengan ancaman penyebaran virus corona.
“Jadi jumlah donasi darah kita di awal pandemi itu sempat turun drastis, kita sempat terseok-seok, dan penurunan sangat luar biasa ya khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasien pasien yang memang rutin membutuhkan transfusi darah,” tuturnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurut Rini pihak PMI terpaksa hanya bisa mengandalkan ketersediaan stok darah yang berasal dari donor yang dilakukan lingkungan TNI/POLRI, serta keluarga pasien. Bahkan meski saat ini sudah memasuki fase normal, ternyata kekhawatiran masyarakat untuk mendonorkan darah masih ada, yang menyebabkan sebagian besar masyarakat masih enggan untuk mendonorkan darahnya.
“Karena memang dalam dunia donor darah itu, setiap pasien yang membutuhkan darah tidak peduli kondisi seperti apa mau pandemi atau apa, transfusi darah tetap dibutuhkan untuk setiap hari. Ini saja ketersediaan stok darah masih di kisaran 50%,” jelasnya.
Untuk itu tambah RIni, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi secara langsung ataupun melalui media sosial agar partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah kembali meningkat. Mengingat kebutuhan darah untuk pasien yang memerlukan masih belum sebanding dengan stok darah yang dimiliki PMI Balikpapan.
“Pandemi boleh saja terus berjalan tapi kebutuhan masyarakat terhadap stok darah masih terus berjalan, jadi yang perlu dilakukan adalah kita harus menyesuaikan diri beradaptasi dengan situasi yg normal,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post