Samarinda, Borneoupdate.com – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menegaskan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan. Ia menilai pembentukan karakter generasi muda harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik di sekolah.
“Komisi IV mendorong agar revisi Perda Pendidikan tidak hanya menekankan aspek teknis pembelajaran, tetapi juga menguatkan nilai-nilai karakter. Anak-anak kita harus tumbuh dengan integritas, disiplin, dan rasa kebangsaan yang kuat,” ujarnya saat menghadiri pentas seni peringatan HUT RI ke-80 di SMAN 17 Samarinda, Jumat (15/08).
Menurut Darlis, pendidikan karakter mendesak untuk diperkuat karena derasnya arus globalisasi sering kali memengaruhi perilaku generasi muda. Ia menyebut sekolah perlu memainkan peran lebih besar dalam menanamkan nilai kebangsaan, tanggung jawab sosial dan etika.
“Kalau hanya mengejar angka dan nilai akademik, kita bisa kehilangan arah. Karakter itu pondasi. Tanpa karakter, ilmu setinggi apa pun bisa disalahgunakan. Maka karakter menjadi solusi agar anak kita tidak salah arah,” jelasnya.
Darlis menjelaskan revisi Perda Pendidikan akan diarahkan agar sekolah memiliki ruang lebih luas untuk menyusun program penguatan karakter. Ia menginginkan pembentukan karakter tidak bisa hanya bergantung pada mata pelajaran tertentu melainkan harus menjadi budaya sekolah.
“Kami ingin perda nanti memberi landasan kuat. Sekolah harus berani berinovasi dalam menanamkan nilai karakter, tidak terbatas pada jam pelajaran formal. Kan yang penting bagaimana praktek di lapangan. Itu harus jadi budaya siswa,” lanjutnya.
Selain itu, lanjut Darlis, DPRD Kaltim juga mendorong peran orang tua dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter. Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Ia memastikan Komisi IV akan mengawal proses revisi Perda Pendidikan agar benar-benar menjawab kebutuhan zaman. Sekaligus melindungi generasi muda dari dampak negatif globalisasi.
“Orang tua harus menjadi teladan. Masyarakat juga punya peran. Pendidikan karakter akan berhasil kalau semua pihak terlibat. Kita ingin menghasilkan perda yang visioner, yang tidak hanya mengatur teknis pendidikan, tapi juga meneguhkan jati diri generasi Kaltim sebagai anak bangsa,” tutupnya. (Adv/ANA)
















Discussion about this post