Samarinda, Borneoupdate.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersiap menyambut kedatangan tim penilai Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025. Tiga tokoh nasional di bidang digitalisasi pemerintahan akan hadir langsung melakukan visitasi dan menilai kapasitas kepemimpinan digital Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni.
Tim penilai terdiri dari Agus Heruanto Hadna, Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada; Andi Yuniantoro, CEO Inixindo Jogja, dan Eddy Santoso, Direktur Eksekutif ASKOMPSI. Kehadiran tiga figur tersebut menguatkan bobot penilaian ADLGA, yang menjadi salah satu ajang paling prestisius dalam pengembangan kepemimpinan digital di level pemerintah provinsi.
Dalam visitasi yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda, para pakar akan menilai langsung perjalanan transformasi digital Kaltim. Sekda Kaltim Sri Wahyuni akan memaparkan sederet inovasi lintas perangkat daerah yang telah berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari digitalisasi layanan publik, integrasi data, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal memastikan seluruh dokumen, data pendukung dan bukti implementasi telah disiapkan secara detail. Ia menyebut visitasi ini menjadi momen penting untuk menguji kesesuaian antara dokumen yang diunggah dengan praktik di lapangan.
“Tim penilai akan mengklarifikasi dokumen yang sudah kita unggah dan berdiskusi langsung dengan Sekda Kaltim selaku orkestrator digital di daerah. Karena ini penghargaan untuk para sekda yang punya kepemimpinan digital yang baik,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Menurut Faisal visitasi ini tidak hanya menilai kesiapan teknis tapi juga kemampuan Kaltim menjaga keberlanjutan program digital. Karena inovasi tersebut bukan sekadar proyek digitalisasi. Melainkan bukti komitmen membangun pemerintahan yang efisien, transparan, dan responsif. Apalagi kepemimpinan digital berperan krusial sebagai penggerak utama perubahan. Otomatis bisa jadi pemacu bergeraknya transformasi digital dengan lebih cepat dan baik.
Melalui visitasi ini, Kaltim berharap mampu mempertahankan posisi di jajaran tiga besar nasional dan membuka peluang meraih penghargaan ADLGA 2025. Pemprov Kaltim menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum mempercepat pembangunan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kehadiran tiga pakar nasional tentu memastikan proses penilaian berlangsung objektif, mendalam dan komprehensif. Kita juga bisa melihat tolok ukur bagi kemajuan digitalisasi pemerintahan di Kalimantan Timur,” tambahnya. (ANE/ADV/Diskominfo)















Discussion about this post