Balikpapan, Borneoupdate.com – Sebanyak 234 peserta mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tingkat Rukun Tetangga (RT). Kegiatan ini digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan. Para peserta berasal dari berbagai kelurahan dan dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam menangani dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan mereka.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisini, menilai peran kader RT sangat krusial. Khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kader PPA di tingkat RT adalah perpanjangan tangan kami di lapangan. Mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan paling awal mengetahui jika terjadi kasus kekerasan,” ujarnya, Kamis (31/07).
Heria mengatakan bimtek ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman hukum, keterampilan komunikasi, serta teknik penanganan kasus yang tepat dan responsif. Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menjadi materi wajib dalam pelatihan tersebut.
“Kami ingin kader di lapangan tidak hanya sigap, tapi juga memahami dasar hukum serta prosedur pendampingan korban secara benar. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan penanganan,” jelasnya.
Menurut Heria selama pelatihan, para peserta aktif berdiskusi dan mengikuti simulasi penanganan kasus berbasis komunitas. Narasumber dari kepolisian, psikolog dan fasilitator nasional turut hadir untuk memberikan wawasan dan pengalaman langsung. Agar terbangun kesadaran bahwa banyak kasus kekerasan tidak terungkap karena minimnya pengetahuan masyarakat.
“Jadi kita bekali tentang cara melapor dan menangani korban. Kadang kita tahu ada masalah di rumah tangga warga, tapi bingung bagaimana harus bertindak. Setelah ikut Bimtek ini, mereka punya gambaran umum apa langkah yang dilakukan,” ungkapnya.
Heria berharap, melalui pelatihan berkelanjutan para kader mampu menciptakan pola hidup bermasyarakat yang peduli dan saling melindungi. Apalagi kegiatan Bimtek ini menjadi langkah awal yang konkret dan strategis dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis komunitas di Kota Balikpapan. Di mana pemerintah optimistis kehadiran kader PPA RT akan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Jika masyarakat bergerak bersama, kita bisa menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak secara signifikan,” tambahnya. (man)
Discussion about this post