PPU, Borneoupdate.com – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sekaligus Wakil Bupati, Abdul Waris Muin, menegaskan komitmennya untuk menjadikan IPSI sebagai motor penggerak prestasi olahraga sekaligus penjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa. Hal itu ia sampaikan saat pelantikan pengurus IPSI PPU periode 2024–2028, Rabu (04/06).
Waris mengatakan olahraga silat bukan sekedar hanya untuk meraih prestasi. Namun bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda menuju ke arah yang positif. Maka ia menginginkan pengurus IPSI bisa lebih solid dan tidak hanya terjebak rutinitas organisasi. Agar ada pencapaian sebagai hasil kerja nyata dalam memajukan pencak silat.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri. Itu juga bagian identitas budaya kita yang menyimpan nilai-nilai luhur. Mulai dari disiplin, kejujuran, sportivitas dan persatuan. Ini yang harus kita terus kembangkan,” ujarnya.
Waris menyampaikan tiga fokus utama yang menjadi program prioritasnya terhadap IPSI. Pertama, ia mendorong IPSI agar serius membina atlet yang mampu berprestasi. Mulai dari di tingkat lokal hingga mencapai level nasional dan internasional. Termasuk mencari bibit baru atlet yang mampu mengikuti pembinaan secara berjenjang.
“Kita harus berani menargetkan atlet-atlet silat PPU untuk tampil di pentas nasional bahkan internasional. Itu bukan mimpi, tapi tujuan realistis jika semua pihak bersinergi. Makanya kita perlu pembinaan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Waris, dirinya menginstruksikan pengurus IPSI untuk membangun kerja sama yang erat dengan seluruh perguruan silat, instansi pemerintah dan masyarakat. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi pencak silat. Baik sebagai olahraga maupun seni tradisional yang sudah berkembang di masyarakat.
“IPSI tidak bisa berdiri sendiri. Kita butuh kolaborasi lintas sektor agar pencak silat bisa tumbuh sebagai kebanggaan daerah. Karenanya pengurus harus rajin silaturahmi dan berdiskusi dengan pihak lain. Agar bisa terus maju,” tuturnya.
Waris juga mengingatkan pentingnya persatuan antar perguruan. Apalagi konflik internal maupun eksternal sesama aliran silat masih sering terjadi. Dirinya dengan tegas menolak segala bentuk konflik yang dapat merusak citra pencak silat. Dalam kodisi itu, IPSI harus menjadi ruang pemersatu dan bukan pemicu perpecahan. (*/ANA/DiskominfoPPU)
Discussion about this post