Samarinda, Borneoupdate.com – Wacana pembangunan sky train (kereta layang) menuju bandara APT Pranoto mendapat tanggapan dari DPRD Samarinda. Anggota Komisi II, Laila Fatihah, menilai warga belum memerlukan moda transportasi semacam itu. Sebab masih banyak pembangunan fasilitas umum (fasum) yang membutuhkan anggaran dari pemerintah setempat.
“Tinggi banget (harapannya), jalan dulu dperbaiki kalau saya, kalau pakai sky train atau kereta layang ini terlalu muluk, jalan aja dulu dibenahi, fasilitas-fasilitas umum lain juga dimaksimalkan,” ujarnya, pada Kamis (26/01).
Hal itu, lanjut Laila, bisa terealisasi apabila kelak Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah resmi berpindah ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Mungkin pembangunan kereta layang ke bandara ini menjadi lebih bermanfaat.
“Jika IKN sudah beroperasi, otomatis itu nanti akan serta merta terbangun untuk yang sky train itu tadi. Bandung aja (kereta cepat) belum selesai kita mau ikut bangun juga,” imbuhnya.
Laila menegaskan agar penyaluran Pendapatan Asli Daerah (PAD) diarahkan dengan tepat untuk pembangunan yang lebih luas manfaatnya. Ke depan, ujarnya sky train bisa saja dibangun jika jumlah penumpang dan penerbangan jika sudah sangat tinggi sekali.
Menurutnya, lebih baik Pemkot Samarinda memberikan fasilitas kepada daerah-daerah pinggiran kota. Masih banyak warga miskin kota yang tinggal di gang-gang yang daerahnya belum tersentuh semenisasi dan drainase juga belum maksimal.
“Itu dulu lah kalau saya, yang ada feedbacknya (umpan balik) bagi masyarakat. Jangan sampai uang yang tidak seberapa ini salah sasarannya, masyarakat gak butuh itu, masyarakat butuhnya bagaimana fasilitasnya dimaksimalkan,” ujar Laila. (IAN/adv)
















Discussion about this post