Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan siap mengoperasikan gedung baru dalam waktu dekat. Rencananya fasilitas representatif bagi wakil rakyat di Kota Beriman bakal beroperasi usai lebaran Idul Fitri. Di mana proses pengerjaan sudah di tahap finishing akhir. Gedung ini merupakan hasil revitalisasi eks ruang rapat paripurna ini akan langsung difungsikan secara penuh.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi al Qadri mengatakan pihaknya terus memantau kondisi pengerjaan di lapangan. Pantauan terakhir menunjukkan aktivitas pekerja kini terkonsentrasi pada detail interior. Seperti di di area ruang-ruang komisi yang akan menjadi jantung kerja legislasi. Secara progres fisik sudah sesuai kontrak yang disepakati bersama pemerintah setempat.
“Secara keseluruhan, pekerjaan interior sebagian besar sudah rampung. Saat ini kami hanya menyisakan penyempurnaan di beberapa ruangan komisi agar saat digunakan nanti, kenyamanan anggota dan tamu tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (03/03).
Alwi mengaku optimis transisi aktivitas perkantoran tidak akan mengalami kendala berarti. Apalagi proyek ini bukan sekadar peremajaan dinding dan atap. Penataan dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan publik dan keamanan kompleks parlemen.
Bahkan gedung ini juga memiliki lahan parkir yang bisa menampung dan mengurai kepadatan kendaraan saat rapat besar berlangsung. Termasuk fasilitas pendukung berupa aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan kenyamanan ruang tunggu.
Mengenai pemilihan waktu operasional, Alwi menilai, pasca lebaran sebagai momentum yang tepat. Selain memberikan waktu bagi kontraktor untuk benar-benar menyelesaikan detail terkecil, momen ini dianggap sebagai simbol semangat baru bagi seluruh anggota dewan.
“Kita ingin saat Idul fitri selesai, semangatnya juga baru. Gedung baru ini diharapkan mampu memacu produktivitas rekan-rekan di komisi dalam menyerap aspirasi Masyarakat. Intinya ini harus bermanfaat bagi warga setempat,” lanjutnya.
Menurut Alwi gedung baru ini merupakan respons atas terbatasnya kapasitas gedung lama dalam menampung aktivitas dewan yang kian padat. Sehingga pihak DPRD Bersama pemerintah menyepakati penambahan gedung. Di mana ruangan yang ada tertata lebih modern dan privat bagi tiap komisi.
“Kami ingin alur koordinasi antar lembaga diharapkan menjadi lebih efektif. Lalu Masyarakat juga merasa nyaman saat menyampaikan aspirasi. Kan ruangan yang lama sudah sempit. Kasian warga berdesakan saat banyak datang,” tambahnya. (man)

















Discussion about this post