Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menggagas transformasi besar pada wajah estetika kota. Pihak dewan mendorong Pemerintah Kota Balikpapan segera beralih dari papan reklame konvensional ke media digital berbasis videotron. Langkah ini bertujuan mempercantik tata kota sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menilai keberadaan papan billboard raksasa yang statis sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Karena struktur besi besar di tepi jalan protokol justru membebani pemandangan kota. Sementara teknologi digital menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi. Satu titik videotron mampu menampung banyak slot iklan secara bergantian dalam satu hari.
“Kan beda dengan papan statis yang hanya mampu menampilkan satu materi iklan. Waktunya sampai berbulan-bulan. Kami ingin Balikpapan terlihat lebih modern dan rapi. Papan reklame konvensional yang besar-besar itu sudah saatnya kita tinjau ulang,” ujarnya, Kamis (05/03).
Taufik menjelaskan transisi ke videotron ini diyakini akan melipatgandakan pemasukan pajak daerah. Komisi II melihat potensi kebocoran PAD akan berkurang melalui sistem pemantauan digital yang lebih transparan. Selain itu, pelaku usaha cenderung lebih tertarik menggunakan media visual yang dinamis untuk promosi produk mereka.
“Pemerintah harus berani mengambil langkah inovatif ini. Media digital memberikan nilai tambah yang jauh lebih maksimal dari pada model lama yang membosankan. Beberapa daerah sudah menerapkannya. Tinggal kita mau coba atau tidak,” jelasnya.
Menurut Taufik aspek keselamatan juga menjadi sorotan utama dalam usulan ini. Papan reklame tua berukuran besar seringkali berisiko roboh saat cuaca ekstrem melanda. Peralihan ke videotron yang lebih ramping dan terintegrasi, risiko kecelakaan di jalan raya dapat diminimalisir secara signifikan.
DPRD Balikpapan kini menunggu respons cepat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Taufik berharap Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) segera menyusun peta jalan transformasi digital tersebut.
“Kita sedang menata kota menuju beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Semua elemen, termasuk sektor periklanan, harus mencerminkan standar kota masa depan,” tutupnya. (ane)
















Discussion about this post