Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat memetakan solusi konkret untuk menekan angka bencana kebakaran. Para wakil rakyat ini mendorong masyarakat untuk memperketat standar keamanan mandiri di rumah masing-masing.
Langkah pencegahan menjadi fokus utama mengingat karakteristik pemukiman di Balikpapan yang banyak didominasi kawasan padat penduduk. Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifudin Oddang, menyerukan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap tiga faktor pemicu api: jaringan listrik, kondisi tabung gas, dan aktivitas memasak di dapur.
Ia meminta warga memastikan tidak ada kabel listrik yang terkelupas atau mengalami arus pendek. Selain itu, masyarakat harus memeriksa secara berkala kapasitas serta kelayakan selang dan regulator tabung gas untuk menghindari kebocoran fatal.
Tak hanya soal imbauan, Komisi III juga membawa solusi teknis ke meja pemerintah. Oddang mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk memfasilitasi pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap lingkungan RT. Terutama di wilayah yang sulit terjangkau mobil pemadam.
Menurutnya, ketersediaan alat pemadam dini sangat krusial untuk memutus rantai api sebelum menjalar luas. Keberadaan APAR di tengah masyarakat akan memangkas waktu respon saat terjadi percikan api pertama di pemukiman warga.
“Ini yang jadi perhatian kita. Pencegahan dan kecepatan dalam melakukan pemadaman api sebelum membesar. Maka perlu ada APAR ringan di rumah. Itu cukup efektif membantu memadamkan api dengan cepat jika terjadi kebakaran dini,” ujarnya, Ahad (08/03).
Oddang menilai kepemilikan APAR harus dibarengi dengan pengetahuan cara menggunakannya. Ia menginginkan pemerintah tidak hanya mendistribusikan alat. Tetapi juga memberikan pelatihan singkat bagi warga di tiap lingkungan padat penduduk.
Banyak kasus kebakaran menjadi besar karena warga panik dan tidak memiliki alat yang memadai saat api masih kecil. Keberadaan APAR di titik strategis, warga bisa langsung bertindak tanpa harus menunggu armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
DPRD Balikpapan, lanjutnya, berkomitmen mengawal usulan pengadaan alat pemadam ini dalam pembahasan anggaran. Syarifuddin ingin memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah dalam kebijakan mitigasi bencana.
Ia mengajak seluruh Ketua RT dan tokoh masyarakat untuk mulai mendata kebutuhan alat pemadam di wilayahnya. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan Balikpapan yang aman dari ancaman api.
“Kita harus bertindak sebelum terlambat. Kesiapan alat dan kewaspadaan warga adalah benteng terkuat kita menghadapi potensi kebakaran,” pungkasnya. (man)
















Discussion about this post