Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja ekstra keras dalam mengantisipasi ancaman pohon tumbang. Anggota legislatif meminta instansi tersebut mengoptimalkan seluruh kendaraan operasional yang ada saat ini. Langkah ini bertujuan memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di jalan umum.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyoroti risiko pohon tua yang rawan roboh saat cuaca ekstrem. Ia mendesak DLH untuk melakukan pemangkasan dahan secara rutin dan menyeluruh. Upaya mitigasi ini harus menjadi prioritas utama demi menghindari jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan materil.
Namun, DLH saat ini menghadapi kendala teknis di lapangan terkait ketersediaan alat pendukung. Dinas tersebut mengakui keterbatasan jumlah unit mobil crane untuk menjangkau pohon-pohon yang tinggi. Kondisi alat yang terbatas ini menghambat kecepatan personel dalam merespons aduan warga.
“kami paham juga soal hambatan tersebut. Kan kita juga sedang ada kebijakan efisiensi anggaran daerah tahun 2026. Jadi ya pengadaan unit baru sulit terealisasi dalam waktu dekat. Tapi kita harus upayakan keselamatan warga kita,” ujarnya, Sabtu (04/04).
Meski demikian, lanjut Yusri, keterbatasan alat tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan pengawasan di lapangan. Pihaknya mengakui situasi ini cukup sulit karena pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran di tahun 2026. Namun, keselamatan warga tetap harus menjadi prioritas.
Untuk itu, Ia meminta DLH mengatur jadwal penggunaan mobil crane secara lebih efektif dan presisi. Skala prioritas harus menjadi acuan dalam menentukan lokasi pohon yang paling membahayakan. Dirinya juga menyarankan kolaborasi antar instansi untuk meminjam alat jika situasi darurat terjadi.
“Kami ingin armada yang tersedia tetap dalam kondisi prima dan siap pakai. Perawatan rutin unit crane menjadi kunci agar pelayanan publik tidak terhenti total. Jadi dalam kondisi ini tetap layanan publik harus berjalan,” tuturnya lagi.
Melalui koordinasi yang intens, tambah Yusri, DPRD Balikpapan berharap DLH mampu mengatasi celah kekurangan fasilitas ini. Sinergi antara pengawasan ketat dan kerja lapangan yang cepat menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan pohon yang terlihat miring atau keropos di lingkungan mereka. (san)
















Discussion about this post