Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengambil langkah realistis dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan. Keterbatasan anggaran daerah memaksa legislatif dan eksekutif untuk memperketat seleksi titik perbaikan sepanjang tahun ini. Di mana volume kerusakan jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dana di kas daerah.
Kondisi ini, kata Sekretaris Komisi III, Ari Sanda, menuntut kecermatan dalam menentukan alokasi anggaran agar tepat sasaran. DPRD Balikpapan tidak ingin memberikan janji manis tanpa dukungan finansial yang memadai. Apalagi ada beban fiskal efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah kota.
“DPRD Kota Balikpapan mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan perbaikan jalan. Kita harus jujur kemampuan keuangan daerah tahun ini memiliki batas tertentu,” ujarnya, Kamis (09/04).
Ari menjelaskan DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan telah menyepakati strategi baru dalam penanganan infrastruktur. Mereka hanya akan mengucurkan anggaran perbaikan pada titik-titik yang masuk kategori sangat mendesak. Keamanan pengendara dan jalur ekonomi utama menjadi parameter utama dalam penentuan prioritas ini.
“Karena anggaran terbatas, kami bersama pemerintah kota hanya akan memprioritaskan perbaikan pada titik-titik yang dianggap paling mendesak. Utamanya jalur dengan tingkat kerusakan parah dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan,” jelasnya.
Penentuan titik prioritas ini, lanjut Ari, melibatkan survei teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan masukan dari reses anggota dewan. Ia memastikan proses penentuan lokasi dilakukan secara objektif tanpa intervensi kepentingan sepihak. Fokus utama tetap tertuju pada kemaslahatan masyarakat luas yang melintasi jalur-jalur padat kendaraan.
DPRD, tambahnya, juga mendorong pemerintah kota untuk mencari alternatif pendanaan lain di luar APBD murni. Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat menjadi salah satu opsi yang terus diperjuangkan. Selain itu, dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga diharapkan mampu membantu perbaikan jalan di area industri.
“Kami sedang berupaya mencari celah pendanaan tambahan agar lebih banyak ruas jalan yang bisa kita perbaiki. Bisa juga buka kerja sama dengan pihak swasta. Itu yang sangat kita butuhkan untuk meringankan beban anggaran daerah,” pungkasnya. (sus)
















Discussion about this post