Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan mengusulkan terobosan baru untuk menjamin keamanan anak di tempat penitipan. Para wakil rakyat mendorong Pemerintah Kota Balikpapan mewajibkan seluruh pengelola daycare menyediakan fasilitas CCTV yang terhubung langsung dengan orang tua.
Langkah strategis, kata anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, ini bertujuan menciptakan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel. Dewan menilai penggunaan teknologi menjadi solusi efektif untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap anak di ruang tertutup. Mengingat transparansi adalah kunci utama dalam bisnis jasa penitipan anak.
“Kami ingin para orang tua bisa memantau aktivitas buah hati mereka secara real-time melalui ponsel pintar. Kan kita hidup di era digital. Pengelola daycare wajib menyediakan akses CCTV. Ini bukan soal tidak percaya,” ujarnya, Senin (04/05).
Iim menjelaskan fasilitas kamera pengawas bukan lagi sekadar pelengkap. Teknologi ini berfungsi sebagai alat kontrol sosial bagi pengasuh agar selalu bekerja sesuai prosedur. Hal ini sekaligus melindungi pengelola dari fitnah atau tuduhan yang tidak berdasar.
Untuk itu, DPRD Balikpapan meminta Dinas Terkait segera memasukkan poin penyediaan CCTV aksesibel ke dalam syarat standarisasi izin operasional. Menurut Iim, keamanan anak merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Orang tua menitipkan anak agar bisa bekerja dengan tenang. Jika mereka bisa memantau anak lewat ponsel, produktivitas kerja mereka pasti meningkat karena perasaan aman tersebut,” jelasnya.
Menurut Iim penempatan kamera perlu sekali di titik-titik krusial, seperti ruang bermain, ruang tidur, hingga area makan. Pemkot Balikpapan perlu melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kamera tersebut berfungsi dengan baik dan tidak sekadar pajangan.
Selain aspek teknologi, Iim mengingatkan pengelola untuk tetap menjaga etika dan privasi anak. Ia menyarankan sistem akses CCTV menggunakan enkripsi yang aman agar data visual tidak bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Transparansi ini akan menyaring pengelola mana yang benar-benar profesional. Balikpapan harus menjadi pelopor kota yang mengutamakan keselamatan anak berbasis teknologi,” tambah politisi PKS Balikpapan tersebut. (ane)
















Discussion about this post