Balikpapan, Borneoupdate.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat menyiasati kebijakan efisiensi anggaran. Para legislator kini menerapkan strategi baru dalam mengatur ritme kerja legislasi. Mereka memastikan penyesuaian teknis tidak akan mengurangi kualitas produk hukum yang tengah digarap.
Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan, Andi Arif Agung, mengakui penghematan anggaran memberikan pengaruh pada aspek operasional. Dampak tersebut terasa pada pengaturan jadwal rapat koordinasi dan teknis pertemuan antarpihak terkait. Namun, ia menegaskan kendala tersebut hanya bersifat administratif dan tidak menyentuh inti materi hukum.
Pihak Bapemperda kini mengoptimalkan penggunaan waktu dan fasilitas yang tersedia untuk menjaga kelancaran pembahasan. Penyesuaian skema kerja ini menjadi langkah nyata legislatif dalam mendukung kebijakan keuangan daerah. Meski ruang gerak teknis sedikit terbatas, fokus utama pada kepentingan publik tetap terjaga.
“Yang jelas, Perda ini tetap kita dorong karena memang menjadi kebutuhan daerah. Efisiensi ini masih dalam batas wajar dan sama sekali tidak mengganggu substansi pembahasan yang sedang berjalan,” ujarnya, Selasa (05/05).
Andi Arif menjelaskan setiap Raperda yang masuk dalam daftar prioritas memiliki urgensi yang sangat tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, Bapemperda memilih untuk mengefektifkan pola koordinasi melalui pemanfaatan teknologi dan sinkronisasi data yang lebih cepat. Strategi ini terbukti mampu memangkas waktu tanpa membuang esensi dari perancangan regulasi.
“Intinya kita harus mandiri di tengah keterbatasan anggaran. Para anggota dewan tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menuntaskan setiap naskah akademik. Kan ini ujian manajemen kerja yang cerdas dan efisien,” jelasnya.
Menurut Andi Arif sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan juga semakin erat dalam menghadapi situasi ini. Kedua belah pihak sepakat untuk memprioritaskan komunikasi yang lebih taktis. Langkah ini bertujuan agar setiap draf aturan dapat segera naik ke tahap paripurna tanpa hambatan yang berarti.
DPRD Balikpapan optimis seluruh target program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) akan tuntas tepat waktu. Kebijakan efisiensi justru menjadi momentum bagi Bapemperda untuk bekerja lebih transparan dan akuntabel.
“Kami ingin setiap aturan yang lahir benar-benar bermanfaat bagi warga Balikpapan. Pembahasan terus mengalir, koordinasi tetap jalan, dan kualitas regulasi tetap menjadi prioritas utama kami,” tambahnya. (man)
















Discussion about this post