Balikpapan, Borneoupdate.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, mengungkap potensi praktik curang dalam proyek pembangunan fisik. mensinyalir adanya oknum kontraktor yang sengaja memenangkan tender hanya demi mengincar uang muka proyek. Pola ini sangat berbahaya karena sering berujung pada pengerjaan yang terbengkalai dan kualitas bangunan yang rendah.
Wahyullah melihat kejanggalan pada nilai penawaran yang terlalu jauh di bawah standar harga normal. Ia menilai harga yang tidak rasional menjadi peringatan pertama adanya potensi kegagalan pekerjaan. Penawaran rendah tersebut otomatis memaksa kontraktor memangkas banyak biaya operasional yang seharusnya untuk kualitas material.
“Saya melihat ada indikasi kontraktor yang hanya mengejar uang muka, namun tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hal ini terlihat pada penawaran dengan harga terlalu rendah,” ujarnya, Rabu (06/05).
Wahyullah menilai kecenderungan banting harga ini merusak ekosistem pengadaan barang dan jasa yang sehat. Kontraktor yang hanya mengejar uang muka biasanya tidak memiliki modal kuat untuk menyelesaikan seluruh tahapan proyek. Akibatnya, banyak pekerjaan fisik yang berhenti di tengah jalan atau dikerjakan secara asal-asalan demi menutupi kekurangan biaya.
Untuk itu, Wahyullah meminta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap profil perusahaan yang menawar terlalu rendah. Ia mendesak tim verifikasi untuk memeriksa rekam jejak dan kemampuan finansial kontraktor secara mendalam. Menurutnya, pemerintah daerah jangan hanya tergiur oleh nilai efisiensi anggaran tanpa memikirkan risiko jangka panjang.
“Otomatis itu perlu kita waspadai bersama. Penawaran rendah sangat berisiko terhadap kualitas hasil pekerjaan dan ketahanan bangunan,” tegas politisi Golkar Balikpapan ini.
DPRD Balikpapan, lanjut Wahyullah, menyarankan adanya skema pengawasan yang lebih ketat dalam pencairan dana setiap termin pengerjaan. Ia mendorong dinas teknis untuk memastikan progres di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi sebelum mengeluarkan pembayaran. Dirinya tidak ingin uang rakyat raib dibawa lari oleh kontraktor yang tidak bertanggung jawab.
“Kita butuh kontraktor yang membangun dengan hati dan tanggung jawab, bukan sekadar pemburu modal dari uang muka APBD. Kami akan kawal setiap rupiah agar benar-benar menjadi bangunan yang kokoh,” pungkasnya. (sus)
















Discussion about this post