Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menilai program pelatihan tenaga kerja di Kota Balikpapan masih belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dianggap belum sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan kota dan pertumbuhan dunia usaha.
Anggota DPRD, Muhammad Najib mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kerja harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena Balikpapan sebagai kota jasa dan penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara terus berkembang. Otomatis membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing tinggi.
Ia menilai minimnya program pelatihan kerja dapat berdampak terhadap kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Karena itu, pemerintah daerah diminta memperbanyak program pembinaan dan peningkatan keterampilan masyarakat.
“Kami menilai Kota Balikpapan masih minim program pelatihan tenaga kerja. Padahal kebutuhan peningkatan kualitas SDM saat ini semakin besar seiring perkembangan kota,” ujarnya, Senin (08/06).
Menurut Najib, pelatihan tenaga kerja tidak hanya penting bagi pencari kerja baru, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri saat ini. Pelatihan yang tepat dinilai dapat membantu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat lokal.
Ia menilai perkembangan investasi dan pertumbuhan sektor usaha di Balikpapan harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja daerah. Jika tidak, peluang kerja justru akan lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar daerah yang memiliki kompetensi lebih siap.
“Peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan perkembangan kota. Jangan sampai masyarakat lokal kalah bersaing karena kurangnya pelatihan dan keterampilan,” jelasnya.
Najib juga menyoroti pentingnya pelatihan berbasis kebutuhan dunia industri. Menurutnya, program yang dijalankan pemerintah harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja agar hasilnya lebih efektif dan tepat sasaran.
Najib juga meminta pemerintah memperluas akses pelatihan hingga ke tingkat kelurahan agar masyarakat lebih mudah mengikuti program peningkatan keterampilan. Dengan jangkauan yang lebih luas, manfaat pelatihan dinilai akan lebih dirasakan masyarakat.
“Program pelatihan harus diperbanyak dan dibuat lebih merata. Masyarakat membutuhkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tambahnya. (ana)

















Discussion about this post