Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menjamin pemasangan kamera pemantau (CCTV) sesuai peruntukan. Di mana pihak legislatif memastikan pengadaan fasilitas ini bebas dari muatan politis atau kepentingan terselubung. Pemerintah daerah merancang program ini murni untuk menekan angka kriminalitas dan meningkatkan keselamatan publik.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, meminta warga melihat program ini secara utuh. Agar tidak terjadi salah paham dari masyarakat seputar berbagai kebijakan dari pemerintah. Apalagi digitalisasi merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang membantu kinerja layanan publik.
“Jangan sampai ada asumsi lain. Ini untuk kepentingan keamanan kita semua. Kan memang kadang ada muncul narasi beda di media sosial. Ini yang harus bisa dipahami warga dengan jernih,” ujarnya, Rabu (03/06).
Taufik menilai perbedaan pendapat di kalangan warga merupakan hal yang wajar dalam iklim demokrasi. Namun, ia memastikan sistem pengawasan ini memiliki regulasi operasional yang sangat ketat. Petugas hanya memantau area publik, bukan wilayah privat masyarakat. Rekaman video tersebut juga tersimpan dalam server milik pemerintah setempat.
Program ini, lanjut Taufik, menyasar ratusan titik rawan kejahatan dan kawasan padat lalu lintas. Dampak lainnya tentu dalam upaya mewujudkan lingkungan yang ramah anak dan minim kriminalitas. Kehadiran kamera pemantau ini akan membantu kerja aparat kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus hukum.
“Kami minta dukungan warga jika program CCTV ini jadi terealisasi. Para warga bisa turut menjaga pengamanan aset pemerintah tersebut. Jangan sampai malah dibuat rusakoleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya lagi.
Menurut Taufik, dukungan warga menjadi kunci utama keberhasilan program Balikpapan Smart City. Anggota dewan ini juga mengajak ketua RT setempat ikut mengawasi pemeliharaan aset daerah ini.
Saat ini, dinas terkait sedang merampungkan pemasangan jaringan kabel serat optik di beberapa kelurahan. Pemerintah menargetkan seluruh sistem kamera pemantau ini beroperasi penuh sebelum akhir tahun. Ke depan, warga dapat mengakses beberapa layanan informasi publik terintegrasi melalui aplikasi resmi kota.
“Intinya kita berharap adanya rasa aman di masyarakat. Kasus begal yang terjadi tentu meresahkan. Itu bisa memicu aksi main hakim jika tidak ada tindakan dari pemerintah. Makanya pakai CCTV jadi kami anggap penting sekali,” tambahnya. (ane)

















Discussion about this post