Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan siap memperkuat realisasi program “Balikpapan Terang” secara menyeluruh. Pihak wakil rakyat berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan fasilitas penerangan jalan yang merata. Program strategis ini menyasar seluruh kawasan pemukiman dan jalur utama agar terbebas dari ancaman kriminalitas jalanan.
Wakil Ketua DPRD, Budiono Sastro Prariwo menilai pencahayaan kota yang memadai merupakan hak dasar bagi seluruh warga. Pihaknya tidak menginginkan ada ketimpangan fasilitas antara pusat kota dan wilayah pinggiran. Oleh karena itu, percepatan pengadaan infrastruktur lampu jalan menjadi prioritas utama dalam agenda kerja parlemen.
“Kami siap memperkuat program ‘Balikpapan Terang’ demi memaksimalkan layanan publik ke masyarakat. Program ini bertujuan membuat seluruh ruas jalan di kota ini mendapat pencahayaan yang memadai,” ujarnya, Selasa (02/06).
Budiono menyebut fokus pembangunan kini harus menyasar area pelosok dan jalur sepi. Kawasan minim aktivitas warga justru memerlukan perhatian khusus karena rawan menjadi tempat persembunyian pelaku kejahatan. Penambahan tiang lampu baru di lokasi tersebut akan mempersempit ruang gerak komplotan kriminal pada malam hari.
DPRD, lanjutnya, juga mendesak pemerintah kota untuk merancang skema pembiayaan khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran tersebut harus menjamin ketersediaan material lampu berkualitas tinggi yang tahan terhadap segala cuaca. Alokasi dana pemeliharaan berkala juga wajib mengalami peningkatan agar proses perbaikan berjalan lebih cepat.
“Pemerintah juga perlu mengalokasikan anggaran tambahan untuk pemasangan PJU di kawasan yang masih gelap dan minim aktivitas warga. Di sisi lain, pembukaan lapangan kerja bisa mengurangi kesenjangan sosial,” jelasnya.
Budiono mengaitkan masalah keamanan ini dengan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi usia produktif. Kesenjangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran sering kali memaksa seseorang melakukan tindakan nekat di jalanan. Oleh sebab itu, pemulihan sektor ekonomi harus berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur fisik kota.
“Perluasan lapangan kerja akan menciptakan ekosistem yang kondusif. Warga dapat beraktivitas malam hari dengan rasa aman, sementara roda perekonomian mikro terus berputar 24 jam. Kan ini yang ingin kita wujudkan,” tambahnya. (man)

















Discussion about this post