Paser, Borneoupdate.com – Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan Yayasan Hutan Tropis (YHT) melaksanakan kegiatan penanaman 60.000 pohon mangrove di lahan seluas 20 hektar di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Nestlé Indonesia dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus berkontribusi terhadap target nasional rehabilitasi mangrove. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari pendekatan Creating Shared Value (CSV) Nestlé Indonesia yang mengedepankan kolaborasi bersama pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun komunitas.
Indonesia merupakan negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melindungi garis pantai dan tepian sungai dari abrasi, mengurangi risiko intrusi air laut, serta membantu menghadapi dampak cuaca ekstrem, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna serta memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon 5 kali lebih besar dari tanaman hutan tropis. Oleh karena itu, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu solusi berbasis alam yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir dan daerah aliran sungai serta mencapai target pengurangan emisi nasional.
Sejalan dengan upaya tersebut, Nestlé Indonesia terus memperkuat kontribusinya dalam perlindungan dan regenerasi lingkungan melalui pilar Good for Planet. Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Fajar Dewantara mengatakan, “Selama lebih dari lima puluh tahun hadir di Indonesia, Nestlé Indonesia senantiasa berupaya menciptakan manfaat bersama bagi individu dan keluarga, masyarakat, serta bumi. Komitmen ini sejalan dengan target global Nestlé menuju Net Zero Emissions 2050 dan Forest Positive, serta diwujudkan melalui semangat #NyataBawaMakna dengan menghadirkan berbagai aksi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan. Penanaman 60.000 pohon mangrove di Kabupaten Paser merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim. Kami percaya bahwa pelestarian lingkungan memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, mitra, masyarakat, dan sektor swasta agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.”
Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Paser, Yayasan Hutan Tropis sebagai mitra pelaksana, serta Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove Kabupaten Paser yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir. Pemerintah Kabupaten Paser yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Rudiansyah, S.Pi, M.Si. menyampaikan, “Pemerintah Kabupaten Paser mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang telah berkontribusi dalam upaya rehabilitasi mangrove di wilayah kami. Inisiatif ini merupakan langkah nyata yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.”
Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis Dean Yulindra Affandi menambahkan, “Keberhasilan rehabilitasi mangrove bergantung pada komitmen jangka panjang, pengelolaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Kami mengapresiasi Nestlé Indonesia yang mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan program ini bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan masyarakat setempat. Penanaman pohon mangrove menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan ekosistem pesisir, meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, serta menjaga fungsi mangrove sebagai habitat berbagai spesies. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi semakin banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya restorasi lingkungan.”
Ketua Komunitas Peduli Mangrove Kab Paser Abdul Azis mengatakan, “Kami merasa bangga dapat terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove bersama Nestlé Indonesia, Pemerintah Kabupaten Paser, dan Yayasan Hutan Tropis. Bagi kami, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan pesisir yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Modang. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.”
Kegiatan di Kabupaten Paser merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang telah dijalankan Nestlé Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, Nestlé Indonesia telah menginisiasi penanaman 30.000 pohon mangrove di Kabupaten Siak, Riau, serta melanjutkan komitmen tersebut melalui penanaman 15.000 pohon mangrove bersama Nestlé MILO di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah, untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim. Melalui semangat #NyataBawaMakna, Nestlé Indonesia terus menghadirkan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk melindungi, memulihkan, dan meregenerasi lingkungan melalui kolaborasi bersama pemerintah, mitra, dan masyarakat, guna menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun komunitas. (*)

















Discussion about this post