Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan masih terus mempertimbangkan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini terkait perkembangan kualitas udara di kota minyak. Langkah ini menjadi dasar utama sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait sistem pembelajaran.
Saat ini, Disdikbud Balikpapan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mereka menunggu hasil pemantauan resmi polusi udara secara berkala. Data akurat dari DLH akan menjadi kompas utama bagi kebijakan sekolah.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di Samarinda. Ibukota provinsi tersebut memang sudah menerapkan PJJ akibat kabut asap yang pekat. Namun, Balikpapan memilih jalur berbasis data riil agar tidak memicu kepanikan massal. Bahkan hasil rapat koordinasi terakhir menunjukkan kondisi udara Balikpapan masih aman. Indeks kualitas udara daerah ini masih bertahan di kategori sedang.
Oleh karena itu, seluruh sekolah di Balikpapan tetap menggelar belajar tatap muka. Pemerintah menilai aktivitas di kelas masih berjalan normal dan kondusif. Meski begitu, pihak dinas terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan setiap harinya.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas kami. Tapi kami tidak ingin tergesa-gesa mengubah sistem belajar tanpa basis data dari DLH. Saat ini udara kita masih sedang, jadi anak-anak tetap belajar di sekolah dengan pemantauan ketat,” ujarnya, Senin (21/09).
Irfan juga meminta para kepala sekolah untuk tetap tenang. Guru-guru wajib memantau kondisi fisik siswa selama di area sekolah. Komunikasi dengan orang tua murid pun terus berjalan aktif. Pemerintah kota siap mengambil langkah darurat jika kondisi memburuk. Disdikbud akan langsung mengeluarkan panduan resmi jika DLH menyatakan status udara bahaya.
“Untuk sementara, orang tua diimbau menjaga kesehatan anak saat berangkat dan pulang sekolah. Bisa juga mulai mengenakan masker agar tidak terpapar asap secara langsung. Intinya kita masih pantau dulu kondisi di lapangan,” tambahnya. (san)
















Discussion about this post