PPU, Borneoupdate.com – Belum meratanya pasokan air kepada warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu perhatian pihak wakil rakyat. Pasalnya pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menghibahkan anggaran pemasangan meteran air bagi warga berpenghasilan rendah (MBR).
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Syarifuddin HR mengaku dirinya banyak mendapatkan informasi dari warga yang belum mendapatkan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Danum Taka. Padahal meteran airnya sudah lama terpasang sejak mendapat bantuan program MBR dari pusat.
“Ada sejumlah warga yang telah dipasangi meteran air melalui program hibah air minum perkotaan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari pemerintah pusat. Tapi airnya yang belum ada,” ujarnya kepada wartawan (28/07).

Pihak dewan, lanjut Syarifuddin, sudah berulang kali mempertanyakan hal ini kepada manajemen Perumda Air Minum Danum Taka. Namun hingga kini belum juga ada solusi dari perusahaan milik pemerintah daerah tersebut. Mengingat infrastruktur distribusi hingga air baku di PPU masih dalam kondisi terbatas.
“Ada pipa yang sudah dipasang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang itu sudah bertahun-tahun sudah dikerjakan. Tapi pipanya belum bisa difungsikan. Pipa itu ada 120 kilometer belum diserah terimakan DPUPR ke Perumda,” tuturnya lagi.
Terkait masalah pipa itu, menurut Syarifuddin, pihak dewan berencana mengundang perwakilan pusat dan Perumda Air Minum Danum Taka. Dari pertemuan tersebut diharapkan ada kejelasan status pipa distribusi yang hingga kini belum ada kejelasan serah terima dari pusat ke daerah.
“Kita akan panggil DPUPR dan Perumda Air Minum Danum Taka untuk mempertanyakan kenapa pipa itu belum difungsikan secara maksimal. Kasihan masih banyak warga belum mendapatkan layanan air bersih,” tambahnya. (ADV/ SAN)
















Discussion about this post