Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan membuka ruang belajar dan partisipasi bagi semua pihak. Hal ini merupakan bagian dari transparansi informasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Khususnya dalam tata kelola anggaran daerah yang bersumber dari uang rakyat.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono Sastro Prawiro, secara khusus mendorong peran aktif seluruh mahasiswa untuk memantau jalannya pemerintahan. Mahasiswa memegang peran krusial sebagai agen perubahan dalam mengawal pelaksanaan pembangunan daerah. Kehadiran para akademisi muda ini menjadi energi baru bagi sistem demokrasi yang bersih di Balikpapan.
“Kami sering menerima aspirasi dan audiensi dari berbagai pihak. Salah satunya dari mahasiswa. Ini yang kami perlukan dalam perbaikan tata kelola daerah,” ujarnya saat bertemu mahasiswa Universitas Balikpapan, Senin (05/10).
Budiono menjamin saluran partisipasi masyarakat selalu terbuka sangat lebar. Keterbukaan ini berlaku penuh mulai dari tahapan perencanaan program hingga proses pengawasan di lapangan. Skema transparansi ini memastikan setiap rupiah dana publik kembali untuk kemaslahatan warga.
“APBD kita secara anggaran ini terbuka untuk publik, boleh diakses di mana pun. Bahkan, sebelum penyusunan APBD, masukan dari berbagai pihak juga dipersilakan,” jelasnya.
Budiono menjelaskan tentang landasan kerja para wakil rakyat. Di mana lembaga ini memiliki tiga fungsi utama. Yakni penyusunan dan penentuan arah kebijakan anggaran daerah (budgeting). Fungsi kedua berfokus pada pembentukan regulasi strategis atau Peraturan Daerah (legislasi). Fungsi ketiga memastikan efektivitas penggunaan dana masyarakat melalui pemantauan ketat (pengawasan).
Melalui pertemuan ini, lanjutnya, DPRD Kota Balikpapan menaruh harapan besar kepada generasi muda. Agar para mahasiswa memahami dinamika kebijakan fiskal daerah secara konkret. Pengetahuan teoretis di kampus kini berpadu dengan realitas tata kelola keuangan yang sesungguhnya.
“Partisipasi aktif mahasiswa akan kami nantikan. Jadi kalau punya aspirasi kritis tetap harus pakai landasan ilmiah. Agar tidak sampai terjadi Tindakan anarkis,” tuturnya lagi.
Budiono berkomitmen menjaga komunikasi dua arah ini secara berkelanjutan. Masukan ilmiah dari kampus sangat berharga untuk menyempurnakan produk hukum dan penganggaran daerah. Pintu gerbang parlemen akan selalu terbuka bagi ide-ide segar demi masa depan kota yang lebih maju.
“Kami siap bersinergi dengan kampus dan mahasiswa. Ini bagian dari perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Kita perlu sinergi dalam pemerataan kesejahteraan bagi warga,” tambahnya. (san)
















Discussion about this post