Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan turut memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Pihak dewan kali ini mengajak elemen pemuda melakukan aksi nyata. Yakni dengan mengambil peran strategis dalam mengawal arah pembangunan kota. Di mana tantangan ke depan tentu semakin bertambah setiap tahunnya.
Ketua Komisi IV, Gasali menilai penting perubahan sudut pandang dalam memaknai sejarah. Pola perjuangan hari ini memang berbeda dengan masa kemerdekaan dahulu. Pemuda hari ini berhadapan dengan kemajuan jaman dan persaingan individu. Jika tidak memiliki bekal inovasi akan tersingkir dalam persaingan di berbagai bidang.
“Kami tidak ingin peringatan ini hanya menjadi rutinitas tahunan. Khususnya bagi kalangan pemuda. Tidak bisa hanya duduk dan nongkrong tanpa punya keahlian. Pemuda Balikpapan jangan jadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya, Rabu (28/10).
Menurut Gasali, kritik positif ini menjadi pembeda utama dari perayaan tahunan pada umumnya. Pihak dewan menginginkan para pemuda berfokus mempersiapkan diri menghadapi tantangan. Baik dari sisi teknologi maupun ekonomi. Karena dua bidang ini terus berkembang dan menuntut inovasi secara cepat. Jika generasi muda abai maka mereka bisa tertinggal jauh.
“Jadi memang tantangan era modern memerlukan kecerdasan. Selain pintar teknologi juga harus tahan mental. Kita sudah banyak punya komunitas kreatif. Tinggal membuka jalur agar mereka bertumbuh dan berkembang. Bahkan bersaing dengan daerah lain,” jelasnya.
Gasali juga menyoroti pentingnya penyerapan aspirasi kaum muda dalam perumusan kebijakan daerah. Komisi IV berkomitmen membuka ruang dialog yang luas bagi pemuda. Sektor pendidikan, lapangan kerja, dan fasilitas kreatif menjadi prioritas utama penataan anggaran ke depan. Mengingat generasi muda membutuhkan sistem pendukung yang cepat dan canggih.
“Makanya kami ingin program pemerintah harus adaptif terhadap perkembangan. Sekarang sudah serba cepat dan canggih. Sudah beda dengan kita dahulu. Handphone saja sekarang sudah pakai AI. Masa pemakainya masih tradisional,” tuturnya.
Gasali berharap semangat persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda tetap menjadi fondasi utama. Nilai kebangsaan ini harus mengalir dalam setiap program pengembangan pemuda daerah. DPRD berharap generasi muda mampu berinovasi menyesuaikan kebutuhan yang berkembang. (san)
















Discussion about this post