Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong penguatan sinergi antara sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para wakil rakyat menginginkan kedua sektor ini berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Langkah integrasi ini bertujuan agar wisatawan mendapatkan pengalaman liburan yang lengkap dan memuaskan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menilai kehadiran UMKM di kawasan wisata menjadi komponen yang sangat vital. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan alam, tetapi juga berburu kuliner dan cenderamata. Tanpa dukungan fasilitas UMKM yang memadai, potensi kunjungan wisatawan tidak akan memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi warga lokal.
“Pariwisata dan UMKM harus berjalan bersama. Pengunjung tidak hanya berwisata, mereka juga butuh kuliner dan fasilitas lain yang harus terintegrasi dengan baik. Di situ peran pemerintah mengawal integrasi itu,” ujarnya, Kamis (09/04).
Japar menilai keberadaan pelaku usaha di lokasi wisata secara langsung memperkuat daya saing sektor pariwisata Balikpapan. Ketersediaan layanan yang lengkap memudahkan pengunjung dalam memenuhi segala kebutuhan mereka selama berlibur. Hubungan saling menguntungkan ini menjadi kunci keberlanjutan ekonomi kreatif di Kota Beriman.
Pemerintah kota, lanjutnya, tinggal menata zonasi pedagang agar kawasan wisata tetap terlihat rapi dan menarik. Ia meminta dinas terkait memberikan ruang khusus bagi UMKM lokal di setiap destinasi unggulan. Penataan yang baik akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menaikkan kelas produk-produk lokal.
“Kehadiran UMKM di kawasan wisata turut memperkuat sektor pariwisata kita. Keduanya saling berkaitan erat, terutama dalam menyediakan kebutuhan kuliner dan layanan pendukung lainnya,” jelasnya.
Menurut Japar, pemerintah perlu rutin menggelar pelatihan bagi para pelaku UMKM di objek wisata. Pelatihan ini mencakup standar pelayanan, kebersihan produk, hingga teknik pengemasan yang menarik. Peningkatan kualitas SDM ini akan membuat produk lokal Balikpapan mampu bersaing dengan brand besar lainnya. Integrasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kan wisata tergantung lonjakan kunjungan orang. Maka kita sebagai penyedia harus memiliki persiapan yang menarik. Pengunjung menjadi pasar utama bagi produk-produk unggulan daerah. Pelaku usaha kita jelas bisa menikmati itu juga,” tambahnya. (man)
















Discussion about this post