Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan terus menyuarakan perbaikan pada wajah kota. Khususnya pada penataan jaringan kabel di seluruh jalur utama. Pasalnya hingga kini belum juga terealisasi. Kondisi itu tentu berpengaruh pada posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua Komisi III, Yusri meminta pemerintah kota bertindak sebagai mediator yang menjembatani semua pihak terkait. Karena penataan ini melibatkan perusahaan penyedia layanan internet (provider), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan pengelola utilitas publik lainnya. Komisi III berharap koordinasi yang kuat dapat mencegah ego sektoral yang sering menghambat proyek fasilitas umum.
“Kan kerapian infrastruktur publik mencerminkan wajah kota. Masa kota kita semrawut dengan kabel menjuntai di mana-mana. Ini kan berpengaruh pada keamanan pemukiman dan pengendara kalau didiamkan saja,” ujarnya, Kamis (15/10).
Secara khusus, Yusri meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berada di garda terdepan. Kedua instansi ini wajib mempercepat rencana pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah (grounding). Regulasi yang jelas dan peta jalan yang terukur akan membantu para pengusaha menata kabel mereka dengan rapi.
“Kami ingin pemerintah kota hadir memfasilitasi kebutuhan para provider dan pemilik utilitas. Pemerintah harus aktif memediasi jika mereka menghadapi kendala di lapangan. Jangan sampai semua pihak berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi,” pintanya.
Menurut Yusri, pemerintah harus mengedepankan komitmen perlindungan keselamatan bagi pengguna jalan. Karena keberadaan kabel yang semrawut berpotensi kebakaran maupun kecelakaan. Maka kondisi ini menjadi tanggung jawab semua pihak terkait. Terutama pemerintah sebagai pengatur yang bisa memanggil pihak yang terlibat.
“Intinya semua harus kompak. Karena dampak buruknya langsung merusak estetika tata kota kita. Belum lagi dampak lingkungannya. Bisa kebakaran bisa kecelakaan. Kan itu menjadi keluhan dari masyarakat banyak,” tuturnya lagi.
Yusri berjanji terus mengawal program penataan estetika kota ini hingga tuntas. Pengawasan berkala ke lapangan akan menjadi agenda rutin untuk memastikan DPU dan Diskominfo bekerja sesuai target. Kerja bersama ini diharapkan mendukung Balikpapan sebagai kota modern, nyaman, dan ramah bagi semua orang. (dan)
















Discussion about this post