Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengusulkan keterlibatan media massa secara lebih mendalam dalam setiap proses legislasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat transparansi publik terhadap kinerja anggota dewan di gedung parlemen.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Andi Arif Agung, menilai media massa merupakan jembatan utama yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Keterlibatan pers secara aktif akan memberikan akses informasi yang lebih luas bagi warga Kota Beriman mengenai jalannya roda pemerintahan.
“Makanya kami buka ruang ini, supaya masyarakat juga bisa melihat prosesnya dan ikut mengawasi secara langsung. Kita perlu sekali media untuk membantu sosialisasi. Lalu perlu juga komentar membangun dari Masyarakat,” ujarnya, Senin (04/05).
Andi Arif mengatakan DPRD tidak boleh menjadi lembaga yang tertutup dari sorotan publik. Setiap pembahasan anggaran, penyusunan peraturan daerah, hingga rapat dengar pendapat harus terpantau secara objektif oleh media. Hal ini ia yakini akan meningkatkan kualitas akuntabilitas para wakil rakyat.
Ia menginginkan media menjadi mitra kritis yang mengawal setiap tahapan pengambilan keputusan. Menurutnya, publik berhak mengetahui dinamika yang terjadi dalam rapat-rapat kerja. Transparansi ini akan meminimalisir potensi prasangka buruk masyarakat terhadap kinerja lembaga legislatif.
“Kehadiran rekan-rekan media di setiap ruang rapat akan memberikan warna baru dalam pengawasan. Kami ingin rakyat tahu bahwa kami bekerja sungguh-sungguh untuk mereka,” tutur politisi asal Partai Golkar Balikpapan tersebut.
Lebih lanjut, Andi Arif mendorong sekretariat DPRD untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi awak media yang meliput. Akses terhadap dokumen publik dan ruang konferensi pers yang memadai harus menjadi standar baru dalam pelayanan humas parlemen. Sinergi ini akan menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat di Balikpapan.
Ia meyakini pengawasan publik melalui media akan memacu motivasi anggota dewan untuk memberikan performa terbaik. Setiap kritik dan masukan yang muncul dari pemberitaan akan menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi setiap komisi di DPRD.
“Keterbukaan adalah kunci kepercayaan publik. Kami berkomitmen menjadikan parlemen ini rumah rakyat yang sebenar-benarnya melalui bantuan publikasi rekan-rekan media,” pungkasnya. (ibn)
















Discussion about this post