Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung rencana penerapan Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Dasar (SD). Kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal berlaku pada tahun 2027. Pihak legislatif kota minyak melihat kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi generasi muda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menyebut penguasaan bahasa asing sejak dini menentukan masa depan generasi muda. Di mana anak-anak zaman sekarang membutuhkan kompetensi global agar mampu bersaing di berbagai bidang. Keahlian ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan fondasi dasar yang wajib mereka miliki.
” Kita tidak bisa lagi menunda-nunda pengajaran Bahasa Inggris hingga jenjang SMP. Penguasaan bahasa internasional sejak dini ini sangat penting karena sektor pendidikan, teknologi, hingga komunikasi global semuanya menggunakan bahasa tersebut,” ujarnya, Selasa (02/06).
Gasali juga menyoroti posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran IKN otomatis mendatangkan banyak ekspatriat, investor asing, dan lembaga internasional ke Kalimantan Timur. Situasi ini menuntut anak-anak Balikpapan memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni agar tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
Pihak legislatif kini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan untuk segera menyusun langkah taktis. Pemerintah daerah harus menyiapkan peta jalan yang matang sebelum tahun 2027 tiba. Waktu setengah tahun ini merupakan kesempatan untuk membenahi segala kekurangan fasilitas fisik di sekolah.
Tantangan terbesar saat ini terletak pada pemenuhan kuota dan kualitas tenaga pendidik. Mayoritas SD negeri saat ini belum memiliki guru khusus Bahasa Inggris yang tersertifikasi secara resmi. Sekolah sering kali menyerahkan tugas ini kepada guru kelas yang memiliki keterbatasan kompetensi bahasa.
“Kita harus jujur melihat kondisi riil di lapangan sekarang. Dinas Pendidikan wajib mendata kebutuhan guru Bahasa Inggris di seluruh SD Balikpapan. Kita perlu menyiapkan skema pelatihan intensif atau merekrut tenaga pengajar baru yang kompeten,” jelasnya.
Komisi IV, tambah Gasali, siap mengawal alokasi anggaran pendidikan dalam anggaran daerah. Langkah ini demi menjamin kelancaran pengadaan fasilitas pendukung mata Pelajaran Bahasa Inggris. Karena kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan nasional ini. (man)

















Discussion about this post