Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan mengeluarkan peringatan serius terkait potensi bencana kebakaran sepanjang bulan suci Ramadan. Para legislator meminta warga meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi instalasi listrik dan aktivitas di dapur.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifudin Oddang mengatakan peningkatan risiko kebakaran akibat tingginya aktivitas rumah tangga selama bulan puasa. Ia melihat pola hidup masyarakat berubah saat menyiapkan hidangan berbuka maupun sahur. Kondisi ini menuntut konsentrasi tinggi agar tidak terjadi kelalaian yang berakibat fatal.
DPRD mencatat dua faktor utama yang kerap memicu api, yakni korsleting listrik dan kelalaian manusia dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Kesalahan kecil dalam mengelola peralatan tersebut bisa memicu kerugian besar bagi lingkungan pemukiman.
“Makanya kami menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam penggunaan listrik, obat nyamuk, dan kompor di dapur. Karena penyebab kebakaran mayoritas karena kelalaian. Dampaknya sampai kerugian harta dan nyawa,” ujarnya.
Oddang mengingatkan kelengahan saat memasak menjadi ancaman nyata. Banyak warga yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala atau menggunakan peralatan listrik secara berlebihan tanpa pengawasan.
Ia menilai bencana kebakaran tidak hanya menghanguskan harta benda. Ancaman ini juga mempertaruhkan nyawa penghuni rumah dan warga sekitar. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama setiap keluarga di Balikpapan.
“Saat pertemuan santai bersama RT kami juga sampaikan hal ini. Setiap warga jangan abai urusan dapur. Khususnya pada beban listrik rumah tangga. Penggunaan alat elektronik yang meningkat saat malam hari Ramadan,” jelasnya.
Oddang meminta warga untuk rajin memeriksa kondisi stop kontak dan memastikan tidak ada sambungan listrik yang menumpuk. Langkah sederhana ini efektif mencegah arus pendek yang menjadi pemicu utama kebakaran di kawasan padat penduduk.
Selain itu, penggunaan obat nyamuk bakar juga harus mendapat perhatian serius. Warga harus memastikan peletakan obat nyamuk jauh dari bahan yang mudah terbakar seperti gorden atau alas tidur.
DPRD, tambah Oddang, berharap seluruh elemen masyarakat saling mengingatkan satu sama lain. Kepedulian antar tetangga menjadi benteng pertahanan pertama dalam mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Agar Ramadan tahun ini berjalan dengan aman, tenang, dan tanpa musibah kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat turut menjaga aspek keamanan. Agar kekhusyukan tetap terjaga hingga Idul Fitri nanti. Kehati-hatian adalah kunci. Jangan sampai momen suci ini terganggu oleh musibah yang sebetulnya bisa kita cegah bersama,” tutupnya. (man)
















Discussion about this post