Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengingatkan keterbatasan stok air baku Waduk Manggar. Hal itu terkait berdampak pada pasokan air ke masyarakat. Di mana sudah terjadi penurunan ketinggian waduk. Dari yang biasanya 10 meter kini sudah menurun ke angka 8 meter. Meski pihak Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) selaku operator berkomitmen menjaga distribusi air ke pelanggan.
Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman mengakui ketahanan pasokan kota minyak cukup rentan. Mengingat stok air baku hanya mengandalkan waduk berjenis tadah hujan. Sementara daerah ini juga berhadapan dengan fenomena El Nino di musim kemarau. Kondisi ini membuat air baku di Waduk Manggar dan Teritip terkuras karena tidak ada hujan.
“Kami minta masyarakat tetap waspada. Air kita tergantung sekali sama waduk. Kalau ketinggian airnya terus turun otomatis pasokan juga turun. Tentu kita carikan solusi agar pasokan air tetap ada meski bergiliran,” ujarnya, Senin (12/10).
Menurut Taufik, pola konsumsi warga dan ketersediaan air menjadi kunci utama melewati masa sulit ini. Mulai dari penghematan penggunaan air hingga pemerataan distribusi dari pihak PTMB. Bahkan pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau pergerakan level air waduk setiap hari.
“Kami mengimbau warga mulai menampung air secara bijak. Pola hidup hemat air harus kita terapkan bersama mulai dari lingkungan keluarga. Ini yang bisa kita lakukan dalam kondisi saat ini,” jelasnya.
Taufik juga meminta PTMB menyiapkan armada tangki air bersih. Khususnya bagi warga yang mengalami dampak penurunan tekanan air paling signifikan. Termasuk kesiapan petugas teknis untuk mengatur pola distribusi jaringan pipa secara bergantian. Pemerintah juga membuka posko pengaduan warga untuk merespons cepat keluhan terkait kemacetan aliran air.
“Penurunan debit memang nyata terjadi. Posisi air sekarang di angka 8 meter dan potensi pengurangan masih ada jika hujan belum turun secara merata. Kami minta semua pihak bisa memahami kondisi alam yang terjadi,” tuturnya lagi.
Kolaborasi Masyarakat, tambah Taufik, sangat menentukan keberhasilan mitigasi krisis air ini. Penghematan air untuk keperluan harian yang tidak mendesak, seperti menyiram halaman atau mencuci kendaraan, akan sangat membantu menjaga tekanan air ke pipa-pipa rumah tangga lainnya. Pemerintah optimistis kebersamaan seluruh elemen kota mampu menjaga Balikpapan tetap kondusif hingga musim penghujan tiba. (san)

















Discussion about this post