Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha di sektor pariwisata. Anggota legislatif meminta pedagang dan pengelola destinasi tetap menjaga stabilitas harga produk mereka. Hal ini bertujuan agar daya beli masyarakat dan wisatawan tetap terjaga di tengah geliat ekonomi kota.
Harga yang tidak wajar, kata Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman, menjadi kekhawatiran utama. Pasalnya hal itu berisiko mematikan minat kunjung wisatawan ke objek wisata lokal. Jika kondisi ini terus berlanjut, citra pariwisata Balikpapan bisa tercoreng di mata publik. Apalagi dengan kebebasan penggunaan media sosial yang mempermudah viralnya sebuah peristiwa.
Karena itu, Taufik mengingatkan pemerintah untuk turun tangan secara langsung. Ia ingin instansi terkait melakukan pemantauan harga secara rutin di lapangan. Langkah ini sangat penting untuk memastikan tidak ada oknum yang mengambil keuntungan berlebih secara sepihak. Karena dampaknya bisa merugikan semua pihak yang berkegiatan di lokasi wisata.
“Kami meminta pemerintah melakukan pemantauan harga di lapangan. Harus ada batasan kewajaran harga beli di tingkat konsumen agar semua pihak merasa adil. Kan konsumen bisa menilai batas kewajaran harga yang dibeli,” ujarnya, Jumat (03/04).
Taufik menilai wisatawan saat ini sudah sangat cerdas dalam membandingkan harga. Mereka memiliki akses informasi luas mengenai standar harga pasar di berbagai daerah. Oleh karena itu, mematok harga di luar batas kewajaran hanya akan merugikan pelaku usaha itu sendiri dalam jangka panjang.
Menurutnya, kepuasan pengunjung bukan hanya soal keindahan tempat, melainkan juga kenyamanan bertransaksi. Pengunjung yang merasa tertipu oleh harga mahal biasanya enggan kembali lagi. Dampak buruknya, mereka akan memberikan testimoni negatif yang menghambat perkembangan sektor pariwisata.
“Kalau harganya terlalu mahal, pengunjung juga akan berpikir ulang. Mereka tahu kisaran harga di pasaran. Jadi jangan sampai kita kehilangan pelanggan karena ingin untung cepat. Pedagang kita harus cerdas dan memahami resiko,” tuturnya lagi.
DPRD Balikpapan, tambah Taufik, berharap pemerintah segera merumuskan regulasi atau panduan harga standar bagi UMKM di lokasi wisata. Standarisasi ini akan memberikan kepastian hukum bagi pembeli dan perlindungan bagi penjual yang jujur. Pemerintah perlu mengedukasi pedagang tentang volume penjualan yang stabil jauh lebih menguntungkan dari pada harga tinggi namun sepi pembeli. (man)

















Discussion about this post