Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan memberikan perhatian serius terhadap gejolak harga cabai yang terus terjadi di pasar tradisional. Para wakil rakyat kini memantau ketat pergerakan harga komoditas pedas tersebut. Kenaikan harga yang signifikan bisa meresahkan warga dan pelaku usaha kuliner di kota minyak.
Anggota Komisi II, Suriani menyebutkan laporan dari dinas terkait menunjukkan gangguan rantai pasokan menjadi pemicu utama kondisi ini. Cuaca ekstrem di berbagai daerah sentra produksi di luar Kalimantan Timur merusak hasil panen petani. Hal ini menyebabkan volume pengiriman cabai ke Balikpapan menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Selan itu, Komisi II melihat lonjakan harga kali ini memiliki penyebab yang kompleks. Ia menilai fenomena ini tidak hanya berakar pada tingginya permintaan konsumen di pasar lokal. Namun, penurunan produksi di tingkat hulu menjadi faktor penentu yang langsung mempengaruhi jalur distribusi.
“Kondisi ini dipicu terganggunya rantai pasokan akibat cuaca ekstrem di daerah sentra produksi. Kita melihat penurunan produksi berdampak langsung pada distribusi ke pasar kita. Makanya ini perlu solusi cepat,” ujarnya, Rabu (08/04).
Suriani mengakui ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan luar daerah masih sangat tinggi. Begitu cuaca buruk melanda daerah asal, stok di pasar lokal langsung menipis. Ketidakseimbangan antara stok yang terbatas dan permintaan yang stabil otomatis melambungkan harga jual di tingkat pedagang.
Untuk itu, DPRD mendorong pemerintah kota untuk segera mengambil langkah mitigasi yang konkret. Suriani meminta Dinas Perdagangan memperkuat koordinasi dengan daerah pemasok untuk menjamin kelancaran arus barang. Langkah ini sangat penting guna mencegah spekulasi harga yang semakin liar di tengah masyarakat.
“Lonjakan harga tidak hanya dipengaruhi tingginya permintaan. Kita harus sadar bahwa faktor alam saat ini sangat berpengaruh. Bagi kita yang bukan penghasil dampaknya tentu lebih besar. Harga naik lalu pedagang kuliner turut sulit,” jelasnya.
Pemerintah, menurut Suriani, perlu memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar meski cuaca sedang tidak menentu. Termasuk optimalisasi program tanam cabai di pekarangan rumah bisa menjadi solusi jangka pendek bagi warga. Langkah mandiri ini setidaknya dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar saat harga melonjak.
“Pengawasan rutin sudah jelas ke pasar-pasar. Kita juga sudah memastikan tidak ada penimbunan stok oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tinggal kestabilan pasokan saja. Itu yang akan menjaga daya beli Masyarakat,’ tambahnya. (ana)
















Discussion about this post