Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan tengah serius dalam menata wajah kota. Fokusnya yakni pada hunian warga yang selama ini luput dari pandangan. Melalui penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Komisi III DPRD Balikpapan memastikan program bedah rumah tahun ini akan lebih tepat sasaran.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengatakan program ini memiliki filosofi yang dalam. Pihaknya tidak ingin bantuan hanya menjadi seremoni tanpa dampak jangka panjang. Target utamanya jelas: warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem dan benar-benar memiliki hunian tidak layak.
“Program ini khusus menyasar warga yang benar-benar masuk kategori tidak mampu. Kita ingin pastikan mereka yang selama ini tinggal di rumah tidak layak, kini bisa tidur dengan tenang tanpa rasa khawatir,” ujarnya, Ahad (01/03).
Yusri menjelaskan urusan anggaran menjadi bukti keseriusan pemerintah. Total dana yang disiapkan mencapai kurang lebih Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu akan dikonversi menjadi solusi nyata bagi puluhan keluarga.
Setiap unit rumah direncanakan mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 30 juta. Nilai ini dinilai cukup untuk melakukan renovasi substansial, mulai dari perbaikan atap, lantai, hingga sanitasi yang sehat.
Bagi Yusri, angka Rp 30 juta per rumah bukan sekadar biaya material. Itu adalah investasi untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain membantu individu, program ini memiliki efek domino terhadap estetika kota. Kawasan permukiman yang kumuh perlahan akan bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih tertata dan sehat.
Komisi III berharap program ini mampu menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan hunian layak di Balikpapan. Kualitas lingkungan yang baik secara otomatis akan memperbaiki citra kota secara keseluruhan.
“Kami ingin menghadirkan solusi konkret. Ini bukan hanya soal memperbaiki satu atau dua rumah, tapi soal memperbaiki kualitas lingkungan permukiman dan wajah kota secara keseluruhan,” jelasnya.
Yusri meminta langkah ini tidak berhenti pada perbaikan fisik semata. Lingkungan yang layak huni diyakini akan berdampak pada kesehatan keluarga dan produktivitas warga.
Melalui pengawasan ketat dari legislatif, program bedah rumah ini ditargetkan tuntas sesuai jadwal. Harapannya, tidak ada lagi warga Balikpapan yang harus bertarung dengan bocornya atap atau rapuhnya dinding di tengah pertumbuhan kota yang kian pesat. (ane)
















Discussion about this post