Jakarta, Borneoupdate.com – Pemerintah mulai menggeser fokus pembangunan konektivitas digital Indonesia. Setelah cakupan konektivitas nasional mencapai lebih dari 90 persen, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat tidak sekadar terhubung, tetapi mendapatkan layanan internet yang lebih berkualitas.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan cakupan konektivitas saat ini sudah hampir menembus lebih dari 90 persen.
Namun, angka cakupan tersebut bukan lagi satu-satunya ukuran pembangunan konektivitas digital. Pemerintah kini mendorong peningkatan kualitas jaringan sekaligus memastikan manfaat konektivitas benar-benar dirasakan masyarakat.
“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Angga saat ditemui awak media seusai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, dalam siaran pers Komdigi.
Menurut Angga, peningkatan kualitas layanan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perkembangan teknologi yang bergerak cepat membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri telekomunikasi.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun infrastruktur sekaligus ekosistem telekomunikasi yang mampu mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelasnya.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G, terutama di wilayah yang masih mengalami blank spot.
Angga mengatakan karakteristik frekuensi 700 MHz membuatnya penting untuk memperluas jangkauan layanan seluler.
“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.
Dengan demikian, meski cakupan konektivitas nasional telah melampaui 90 persen, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk memastikan wilayah yang belum mendapatkan layanan memadai dapat terhubung. (*)
















Discussion about this post