Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan meningkatkan intensitas pengawasan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram sepanjang bulan suci Ramadan. Langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan dapur masyarakat tetap terpenuhi meski aktivitas memasak meningkat drastis.
Pihak Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi pasokan LPG di Balikpapan saat ini masuk kategori aman. Namun, para legislator tetap turun ke lapangan guna memastikan distribusi gas melon tersebut benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Subari, mengatakan saat ini pola konsumsi LPG yang sedang meningkat. Hal itu seiring kegiatan warga di waktu sahur dan berbuka dalam menyiapkan sajian kepada keluarga. Bahkan permintaan LPG bakal semakin naik saat mendekati lebaran Idul Fitri.
“Jadi kami perlu meluruskan persepsi publik terkait kondisi stok di tingkat pangkalan. Memang terlihat kosong dalam waktu singkat. Karena baru buka langsung diserbu warga. Jadi kata Pertamina bukan langka tapi cepat habis,” ujarnya, Selasa (03/03).
Subari menilai kondisi lapangan saat ini bukanlah bentuk kelangkaan gas secara sistemik. Tingginya permintaan masyarakat selama bulan puasa membuat perputaran stok di pangkalan bergerak lebih cepat dari biasanya.
Banyaknya pelaku usaha takjil dan aktivitas rumah tangga yang meningkat menjadi faktor utama di balik fenomena ini. Hal tersebut menyebabkan pasokan yang baru tiba langsung terserap habis oleh konsumen dalam waktu sekejap.
“Bahasanya sebetulnya bukan kekosongan, tetapi karena pemakaian meningkat. Sehingga stok di pangkalan begitu datang langsung habis,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Subari, pihak Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah preventif melalui serangkaian operasi pasar. Upaya ini menjadi solusi instan untuk memecah titik-titik kepadatan antrean di pangkalan resmi.
Sebelumnya, otoritas energi ini telah menggelar operasi pasar secara masif pada 10 hingga 18 Februari lalu. Program ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gas di tengah masyarakat.
Menghadapi sisa bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, Pertamina berencana menggelar operasi pasar tambahan. Langkah strategis ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Ramadan untuk memperkuat ketahanan stok pangan warga.
“Dari sisi kami ya harga yang harus juga stabil. Kalau stok banyak tapi harga tinggi kan sama saja menyusahkan warga. Maka itu pentingnya menjaga harga agar tetap stabil. Di situ kami turun memantau pangkalan resmi yang ada,” jelasnya.
Subari menambahkan pemeirntah setempat dan dan DPRD berkomitmen terus bersinergi dengan Pertamina dalam mengawal rantai distribusi ini. Pengawasan ketat menjadi kunci utama agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi Ramadan untuk mencari keuntungan pribadi secara tidak wajar.
“Kami terus memantau ketersediaan ini. Operasi pasar tambahan nanti akan sangat membantu warga dalam mencukupi kebutuhan mereka hingga hari raya,” tutupnya. (man)

















Discussion about this post