Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menyoroti sektor pariwisata yang belum berjalan maksimal. Para wakil rakyat menilai pemerintah daerah masih kurang gencar mempromosikan destinasi wisata lokal. Padahal, Kota Minyak menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari garis pantai yang panjang hingga rimbunnya hutan kota.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, meminta pemerintah tidak setengah hati dalam mengelola sektor ini. Ia melihat banyak objek wisata potensial yang belum tersentuh promosi secara luas. Kondisi ini membuat wisatawan masih terfokus pada objek yang sudah ada. Seperti kawasan wisata pantai di daerah timur kota minyak.
“Kami melihat potensi pariwisata belum sepenuhnya tergarap dengan baik. Kota ini punya potensi mulai Sejarah, budaya hingga alamnya. Kendala utamanya ada pada promosi yang masih sangat terbatas,” ujarnya, Jumat (03/04).
Taufik mengatakan promosi bukan sekadar iklan sesaat. Pemerintah perlu membangun strategi pemasaran yang berkelanjutan dan terintegrasi. Salah satunya lewat pemanfaatan platform digital dan media sosial. Karena itu bisa menjadi kunci untuk menjangkau wisatawan milenial. Terutama mereka yang hobi berfoto di kawasan wisata.
Keindahan Pantai Manggar hingga eksotisme Hutan Lindung Sungai Wain seharusnya menjadi magnet kuat. Namun, daya tarik tersebut tidak akan memberikan dampak ekonomi jika masyarakat luar tidak mengetahuinya. Untuk itu, Japar mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk lebih kreatif menciptakan konten promosi.
“Dinas terkait harus bergerak lebih agresif. Kita harus memastikan destinasi wisata di Balikpapan dan Kalimantan Timur dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kan kota ini pemasukannya dari sektor semacam itu,” jelasnya.
DPRD, lanjut Taufik, berharap sektor pariwisata bisa menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Hal ini sangat krusial mengingat posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Lonjakan kunjungan orang ke Kalimantan Timur harus menjadi peluang emas bagi industri pelancongan lokal.
Di mana promosi yang kuat akan menarik minat investor untuk mengembangkan fasilitas pendukung wisata. Dirinya meyakini sektor ini mampu membangkitkan ekonomi kreatif warga sekitar. Jika kunjungan wisatawan meningkat, pelaku UMKM dan sektor perhotelan akan langsung merasakan dampaknya.
“Kita tidak boleh hanya menunggu bola. Pemerintah harus jemput bola dengan anggaran promosi yang tepat sasaran agar sektor wisata kita naik kelas. Jangan sampai pariwisata kita ketinggalan dengan daerah lain,” tutupnya. (man)

















Discussion about this post