Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan menyoroti fakta proyek pembangunan fisik di Kota Beriman. Pihak dewan menemukan banyak proyek infrastruktur yang tidak memenuhi standar kualitas meskipun proses lelang terlihat menguntungkan secara administratif. Fenomena kontraktor luar daerah yang memenangkan tender dengan harga sangat rendah menjadi akar persoalan yang merugikan keuangan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan sejumlah perusahaan luar tersebut. Ia menilai sistem lelang saat ini terlalu fokus pada angka penawaran terendah. Akibatnya, kontraktor mengabaikan spesifikasi teknis demi mengejar keuntungan di tengah nilai kontrak yang sangat tipis.
“Saya melihat dalam beberapa tahun terakhir, banyak pekerjaan fisik dikerjakan perusahaan dari luar daerah. Secara hitungan memang terlihat efisien. Tapi di lapangan justru banyak yang tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya, Jumat (01/05).
Wahyullah menjelaskan efisiensi anggaran seharusnya tidak mengorbankan kualitas bangunan. Penurunan nilai lelang yang sangat drastis seringkali memaksa kontraktor mengurangi mutu material atau mempercepat pengerjaan tanpa prosedur yang benar. Kondisi ini membuat fasilitas publik menjadi cepat rusak dan membahayakan keselamatan pengguna.
Politisi Golkar ini juga menyayangkan kelemahan pengawasan dari dinas terkait terhadap kontraktor-kontraktor tersebut. Perusahaan asal luar daerah seringkali sulit berkoordinasi dengan warga lokal dan tidak memahami karakter geografis Balikpapan. Wahyullah mendesak Pemerintah Kota untuk memperketat proses kualifikasi agar tidak hanya melihat harga termurah semata.
“Kita tidak boleh terjebak pada angka efisiensi di atas kertas saja. Pemerintah harus memastikan kontraktor memiliki integritas dan kemampuan teknis yang mumpuni sebelum menyerahkan proyek vital bagi masyarakat,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut Wahyullah, DPRD Balikpapan meminta Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem penentuan pemenang tender. Wahyullah mendorong adanya prioritas bagi perusahaan yang memiliki rekam jejak bagus dan alat yang lengkap. Ia ingin setiap anggaran yang keluar dari APBD Balikpapan menghasilkan bangunan yang tahan lama dan berkualitas tinggi.
“Uang rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk infrastruktur yang kokoh. Kami tidak akan membiarkan kontraktor nakal merusak wajah kota ini hanya demi mengejar profit pribadi,” pungkasnya. (sus)
















Discussion about this post