Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan mengakui pandemi Covid-19 menimbulkan dampak ke berbagai sektor. Salah satunya pada penjualan rumah subsidi atau rumah murah di Kota Balikpapan yang menurun drastis di bawah 50% sepanjang tahun 2020 ini.
Kepala Disperkim Kota Balikpapan, I ketut Astana mengatakan kondisi ini diakibatkan penurunan tingkat pertumbuhan perekonomian akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah wilayah mulai Maret tahun 2020. Bahkan tercatat hanya dua pengembang perumahan yang mengajukan izin pembangunan perumahan murah pada tahun ini.
“Tahun ini rumah murah yang terbangun hanya 1.000-1.500 unit. Itupun sebagian adalah kelanjutan dari penyediaan rumah murah yang belum terselesaikan di tahun kemarin,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu (30/12).
Jumlah tersebut, lanjut Ketut, jauh lebih rendah dibandingkan realisasi penyediaan rumah murah di tahun 2019 lalu, yang tercatat terealisasi mencapai 3.000 unit. Kondisi dinilai tengarai sebagai dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2020, akibat kebijakan pengetatan sosial yang berdampak pada perlambatan perekonomian di sejumlah sektor, yang juga berdampak pada tingkat penghasilan masyarakat.
Meski terjadi penurunan jumlah realisasi penyaluran rumah pada tahun 2020, tidak mempengaruhi capaian target penyaluran rumah murah yang telah ditetapkan di Kota Balikpapan.
“Meskipun tingkat minat masyarakat untuk membeli rumah murah di masa pandemi Covid 19 ini turun, tidak memengaruhi dari realisasi penyaluran rumah murah atau bersubsidi kepada masyarakat, karena secara umum target penyaluran rumah murah kepada masyarakat sudah tercapai,” jelasnya. (FAD)
















Discussion about this post