Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperketat pengawasan harga bahan pokok di seluruh pasar tradisional. Hal ini untuk mencegah fluktuasi harga yang berpotensi terjadi. Di mana pemerintah setempat membatasi kenaikan harga maksimal lima persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah agar tetap stabil.
Kepala Dinas Perdagangan, Haemusri Umar mengatakan pihaknya turun ke lapangan untuk memeriksa fluktuasi harga setiap hari. Petugas mencatat setiap perubahan harga komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan cabai. Pengawasan intensif ini memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga secara sepihak di luar batas kewajaran.
“Pemerintah hanya memberikan toleransi lima persen dari pada harga HET. Itu memang wajar terjadi. Kan harga menyesuaikan ketersediaan barangnya. Jadi pemerintah hanya bisa menoleransi itu, selain itu tidak bisa,” ujarnya, Rabu (30/09).
Haemusri menyebutkan komitmen pemerintah dalam melindungi konsumen. Pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk permainan harga yang merugikan warga. Pengawasan terus dilakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat keluarga. Meski kota ini bergantung dengan pasokan dari luar daerah. Otomatis kenaikan harga sulit dihindari saat pasokan kurang.
“Kami hanya sebatas melakukan pencegahan. Yang penting jangan sampai ada penimbunan barang. Itu juga menyusahkan konsumen. Sudah harga naik barangnya malah langka. Makanya perlu batasan kenaikan harga,” jelasnya.
Menurut Haemusri Dinas Perdagangan juga merangkul para distributor besar untuk menjaga kelancaran pasokan barang. Rantai pasok yang lancar menjadi kunci utama dalam mengendalikan kestabilan harga pangan di pasar. Pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok warga Balikpapan berada dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
Selain memantau pasar, pemerintah menyiapkan opsi operasi pasar murah jika harga komoditas mulai tidak terkendali. Program ini menyasar kawasan pemukiman padat penduduk agar warga prasejahtera mendapat akses pangan murah. Langkah antisipatif tersebut berjalan beriringan dengan pengawasan harian di pasar utama.
“Kami mengajak masyarakat ikut serta mengawasi pergerakan harga di pasaran. Silahkan melapor jika ada lonjakan harga yang tidak wajar. Kan kita punya kanal aduan resmi pemerintah,” tambahnya. (san)

















Discussion about this post