Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan penghentian program bantuan sosial yang bersumber dari APBD bagi masyarakat terdampak Covid-19 pada tahun 2021 mendatang. Hal itu mempertimbangkan bantuan yang sosial yang sudah diberikan pada tahun ini dinilai mencukupi untuk membantu meringankan beban warga warga terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Purnomo mengatakan tahun ini saja pihaknya sudah menyalurkan bansos Covid-19 sebanyak tujuh kali kepada 69 ribu lebih kepala keluarga penerima bantuan. Dimana bantuan yang diberikan awalnya berbentuk paket sembako kemudian diubah menjadi uang tunai menyesuaikan permintaan masyarakat penerima manfaat.
“Jadi kami tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk membiayai bansos bagi warga terdampak Covid-19. Sudah tujuh kali kita kasih saya kira itu sudah cukup membantu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/12).
Menurut Purnomo meski pemerintah setempat menghentikan penyaluran bantuan sosial Covid-19 namun pemerintah pusat masih melanjutkan program tersebut di tahun 2021. Sehingga pemerintah menilai bansos dari pusat ini sudah mencukupi untuk membantu warga terdampak Covid-19.
“Tahun depan sudah tidak ada, karena kita sudah 7 kali di tahun 2020 ini. Tapi pemerintah pusat masih akan kasih bansos. Itu kami nilai sudah cukup untuk membantu warga,” lanjutnya.
Untuk diketahui, total anggaran yang telah dialokasikan untuk membiayai penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak COVID-19 tercatat mencapai Rp 40 miliar pada APBD Kota Balikpapan murni 2020 dan Rp 40 miliar pada APBD Perubahan Kota Balikpapan 2020. Dengan alokasi masing-masing Rp 250 ribu per kepala keluarga. Total penerima bantuan sosial tercatat mencapai 69 ribu kepala keluarga. (FAD)
















Discussion about this post