Samarinda, Borneoupdate.com – Pada masa pandemi Covid-19, beban keluarga menjadi lebih besar dan kompleks. Peran perempuan sebagai kepala rumah tangga dituntut peran yang lebih besar dan mampu beradaptasi di berbagai situasi.
Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim Zaina Yurda, saat memimpin acara tabur bunga di Makam Pahlawan Kesuma Bangsa Samarinda, Senin (21/12/2020).
“Perempuan sebagai istri juga guru dan konselor bagi anaknya harus selalu memenuhi protokol kesehatan di saat pandemi Covid-19, ibu juga di tuntut mempunyai kemampuan teknologi internet untuk mendampingi anaknya belajar secara daring di rumah,” ujarnya.
Disaat pandemi Covid-19, perempuan di rumah juga harus menjadi pendidik bagi anak-anak yang tidak dapat bersekolah tatap muka. Sehingga, peran perempuan menjadi komplek tidak saja saat mengurus keperluan suami, tetapi juga mengurus keperluan anak dan kebutuhan rumah tangga.
Yurda berharap, perempuan Indonesia semakin berdaya dan lebih merasakan pembangunan yang setara dengan kaum laki-laki. Untuk itu, perempuan harus terus belajar dan memperbaharui pengetahuan, sehingga tidak tertinggal oleh perkembangan jaman.
Ziarah dilakukan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan, sekaligus tanda penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan, termasuk pahlawan perempuan yang berjuang untuk bangsa dan keluarga.
“Peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020 adalah penghargaan bagi perempuan atas peran dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat dan negara. Diharapkan perempuan masa kini pun bisa melanjutkan perjuangan membangun bangsa,” harap Yurda.
Acara tabur bunga di Makam Pahlawan Kesuma Bangsa ini juga diikuti oleh beberapa organisasi perempuan, diantaranya Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), dan BKOW. (YA)
















Discussion about this post