Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan menggandeng pengurus masjid dan ustadz untuk memperkuat moral masyarakat. Langkah strategis ini bertujuan menyembuhkan sekaligus mencegah perluasan perilaku menyimpang, termasuk Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pemerintah daerah mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat edukasi moral yang humanis.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh elemen keagamaan bergerak aktif dan peduli. Pemerintah meyakini pendekatan spiritual mampu menyentuh hati masyarakat secara mendalam. Karena selama ini, media massa sering memandang isu perilaku menyimpang dari sisi penegakan hukum atau sanksi sosial semata.
“Pemerintah perlu punya sudut pandang yang berbeda. Kami mengutamakan tindakan penyelamatan generasi muda melalui edukasi. Salah satunya lewat jalur agama. Jangan sampai generasi muda buta agama,” ujarnya, Jumat (02/10).
Masjid, lanjut Bagus, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter lingkungan. Pengurus masjid bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga. Oleh karena itu, dakwah di mimbar harus membawa solusi nyata bagi persoalan sosial masyarakat modern. Di mana pemerintah setempat menjadikan kegiatan keagamaan sebagai media komunikasi utama.
“Khutbah Jumat dan majelis taklim itu sarana efektif. Materi ustadz harus menanamkan nilai keluarga yang sehat. Sampaikan pesan kebaikan dengan bahasa yang sederhana, santun, dan mudah dipahami oleh semua kalangan usia,” jelasnya.
Menurut Bagus pendekatan ini berfokus pada penguatan ketahanan keluarga. Orang tua mendapatkan pemahaman utuh tentang pola asuh anak yang benar melalui kajian Islam di masjid. Di sisi lain, Pemkot Balikpapan berupaya memperkuat pengawasan lingkungan. Agar perilaku menyimpang LGBT tidak terus menyebar. Apalagi media sosial turut menyumbang tersebarnya penyakit tersebut.
“Kami tidak ingin sekadar melarang atau menghakimi. Kami ingin melindungi anak-anak kita dengan benteng keimanan yang kokoh. Pengurus masjid dan para ustadz adalah ujung tombak kami untuk menyampaikan edukasi itu,” tuturnya lagi.
Melalui sinergi ini, Bagus berharap tercipta lingkungan kota yang bersih, aman, dan nyaman. Sinergi antara umara dan ulama ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan moral bangsa. Bahkan seluruh lapisan masyarakat diharapkan ikut mendukung gerakan moral ini demi kebaikan bersama. (san)

















Discussion about this post