Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan memperkuat penanganan kabut asap melalui dukungan anggaran. Langkah ini demi mengamankan kesehatan Masyarakat. Terutama anak-anak sekolah yang rentan terhadap polusi udara. Pihak legislatif daerah berkomitmen mengawal penuh penanganan dampak krisis lingkungan ini dari hulu hingga hilir.
Ketua Komisi IV, Gasali mengatakan pihaknya sudah menyetujui anggaran tambahan sekitar Rp 3 miliar yang masuk dalam anggaran perubahan 2026. Dana strategis ini mengalir langsung untuk operasional lapangan petugas pemadam dan pengadaan alat pelindung diri. Alokasi anggaran ini merupakan bentuk kepedulian nyata parlemen terhadap kesehatan warga.
“Kami menyetujui penambahan anggaran ini agar petugas di lapangan memiliki fasilitas yang mumpuni. Anggaran Rp 3 miliar ini harus langsung berdampak pada penurunan titik api di Balikpapan,” ujarnya, Selasa (13/10).
Pihaknya, lanjut Gasali, melihat penanganan karhutla bisa terkendala operasional taktis di lapangan. Maka Komisi IV berinisiatif mendukung anggaran demi keselamatan publik yang mendesak. Apalagi penanganan karhutla harus terus diperkuat untuk menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Fokus perlindungan utama tertuju pada anak-anak usia sekolah yang saat ini sedang belajar dari rumah. Dukungan dana ini sekaligus mempercepat pemulihan kondisi udara agar aktivitas masyarakat kembali normal,” jelasnya.
Komisi IV, menurut Gasali, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan bergerak lebih aktif dan padu. Petugas kesehatan harus membagikan masker standar secara gratis ke permukiman warga yang terdampak parah. Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga wajib bersiaga penuh melayani warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan.
“Pemerintah bersama instansi terkait juga harus terus memantau kualitas udara setiap jam. Kita wajib mengevaluasi kebijakan pembelajaran berdasarkan kondisi riil di lapangan secara dinamis,” tuturnya lagi.
Gasali berharap, sinergi anggaran ini mengikat komitmen bersama antara DPRD Balikpapan dan jajaran eksekutif pemerintah kota. Pihaknya ingin memastikan pengawasan ketat agar penggunaan dana tambahan ini transparan dan tepat sasaran. Karena dana ini bersumber dari uang rakyat.
“Kami ingin dana ini bisa efektif digunakan. Ini khusus untuk memadamkan api dan membersihkan langit Balikpapan. Kita semua merasakan dampak dari kabut asap ini,” tambahnya. (man)
















Discussion about this post