Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021 dalam waktu dekat. Hal itu masih menunggu keluarnya petunjuk teknis refocusing dari Kementerian Dalam Negeri yang sudah menyampaikan persetujuannya secara lisan.
Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan secara resmi kepada Kementerian Dalam Negeri untuk kembali melakukan kebijakan refocusing terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun 2021. Di lain pihak, DPRD juga sudah membuka opsi kembali melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Di tahun 2021 ini, situasinya tidak seperti yang kita harapkan, harusnya kita sudah menangani masalah recovery ekonomi tapi pada kenyataannya kita masih bergulat dengan Covid-19,” ujarnya kepada wartawan, Senin (01/02).
Menurut Rizal pihak Menteri Dalam Negeri telah menyetujui usulan rencana refocusing dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di Kota Balikpapan. Namun untuk pelaksanaannya, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan refocusing anggaran yang ada.
“Pada dasarnya Mendagri setuju apabila dilakukan refocusing baru, untuk mekanisme komposisi anggarannya kita masih menunggu petunjuk dari Mendagri, karena Mendagri juga saat ini masih menunggu usulan dari beberapa daerah,” jelasnya.
Selain itu lanjut Rizal, pihaknya juga masih menanti penentuan pos anggaran penanganan Covid-19 hasil refocusing. Meski secara pribadi dirinya berpendapat untuk refocusing anggaran lebih baik melalui Satgas Covid-19 dibandingkan melalui OPD. Karena lebih cepat dalam proses penggunaannya dibanding melalui OPD yang harus ada mekanisme lelang.
“Nanti kita tunggu surat Mendagri karena memang keputusan akhir nanti ada di Mendagri terkait petunjuk teknis pelaksanaan renovasi anggaran tersebut, memang kalau bicara pengalaman di tahun 2020 lalu lebih baik memang untuk penganggaran dalam pelaksanaan melalui Satgas sehingga lebih cepat,” lanjutnya.
Rizal menambahkan kondisi anggaran yang tersedia untuk membiayai program penanganan Covid-19 di tahun 2021 ini hanya ada sekitar Rp 25 miliar anggaran yang dialokasikan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk membiayai program penanganan Covid-19. Sedangkan anggaran yang disiapkan untuk pembiayaan kejadian bencana hanya tersedia sekitar Rp 15 miliar melalui anggaran Dana Tidak Terduga (DTT). (FAD)
















Discussion about this post