Balikpapan, Borneoupdate.com – Gubernur Kaltim, Isran Noor, belum memutuskan untuk mengubah aturan Kaltim Steril menjadi PPKM mikro sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. Kepala pemerintahan di Kaltim ini memilih mengevaluasi penerapan PPKM setiap Sabtu-Minggu yang sudah diterapkan sesuai instruksi yang sudah dikeluarkannya terlebih dahulu.
“Kita mau melihat bagaimana ketaatan dan kepatuhan masyarakat untuk membantu pemerintah menanggulangi Covid-19. Jadi sudah ada beberapa kabupaten kota yang menerapkan PPKM dengan skala masing-masing. Ada lima kalau tidak salah,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri upacara HUT Kota Balikpapan ke-124, Rabu (10/02).
Adanya instruksi PPKM mikro dari Mendagri lanjut Isran akan dikaji terlebih dahulu menyesuaikan dengan kondisi daerah di Kaltim. Mengingat instruksi dari pemerintah pusat tersebut sejatinya berlaku untuk daerah di pulau Jawa dan Bali. Dimana PPKM mikro diberlakukan untuk skala komunitas mulai tingkat RT, RW, Kelurahan dan desa.
“Ini akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu. Jadi nanti dievaluasi sekarang. Secepatnya akan diterapkan mau tidak mau kalau tidak ada pilihan lain karena kita mencari cara untuk pengendalian angka terkonfirmasi positif,” tuturnya.
Adapun mengenai protes pelaksanaan PPKM di masyarakat, menurut Isran, hal itu wajar terjadi dalam sebuah penerapan kebijakan. Tugas pemerintah yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Meski dipastikan ada dampak ekonomi maupun sosial dari kebijakan PPKM yang sudah diberlakukan pada akhir pekan tersebut.
“Pemerintah itu tujuannya baik. Walaupun tujuan baik itu ada yang belum memahami dengan cukup. Ketika kemarin penerapan Kaltim Steril dua hari banyak sekali yang protes. Tapi itu wajar saja. Saya lihat secara umum masyarakat banyak yang setuju dan mematuhi. Saya sempat keliling ke Balikpapan dan Samarinda itu cukup sepi,” lanjutnya.
Setelah kebijakan tersebut, Isran mengklaim terbukti terjadi penurunan angka Covid-19. Meski hal itu belum bisa menjadi patokan keberhasilan program PPKM akhir pekan yang diterapkan di Kaltim. Sehingga pihak pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu pasca penerapannya beserta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.
“Setelah PPKM akhir pekan tiga hari berturut-turut turun. Kemarin setelah tidak PPKM naik lagi 500 lebih. Nanti kan kita evaluasi ada data yang muncul. Kita evaluasi terus pandangan masyarakat bagaimana kepatuhannya. Dua tiga hari lagi baru ada keputusan soal PPKM mikro,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post