Balikpapan, Borneoupdate.com – Presiden RI, Joko Widodo, telah meminta pemerintah di tiap daerah untuk segera memperbanyak program padat karya. Program ini diharapkan bisa memberikan penghasilan kepada warga yang kehilangan pekerjaan akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Menyikapi hal ini, Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa pihaknya mulai mengkaji permintaan dari pemerintah pusat tersebut. Terutama untuk meningkatkan proyek padat karya dalam proses pembangunan infrastruktur di Kota Balikpapan di tahun 2021 dengan melibatkan warga terdampak secara langsung.
“Arahan dari bapak presiden bahwa pemerintah daerah ini harus meningkatkan program padat karya, kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan peluang pekerjaan kepada para pekerja yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi Covid-19,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/02).
Pihaknya lanjut Rizal siap mengikuti kebijakan dari Presiden RI yang meminta kepada pemerintah daerah agar memperbanyak program padat karya. Mengingat akibat pandemi cukup berdampak pada sektor ekonomi masyarakat termasuk yang kehilangan pekerjaan sehingga perlu diupayakan dapat tetap berpenghasilan.
“Ada beberapa proyek yang dapat dimasukan dalam program padat karya ini antara lain, proyek perbaikan atau pembersihan saluran air kota, perbaikan Puskesmas atau posyandu, perbaikan sekolah atau infrastruktur lainnya. Itu bisa jadi lapangan kerja,” tuturnya.
Namun untuk saat ini, menurut Rizal pihaknya bersama dengan DPRD Kota Balikpapan masih mengkaji rencana pelaksanaan proyek padat karya tersebut agar sesuai dengan kondisi keuangan daerah. Terlebih dengan adanya kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri yang menghapus alokasi anggaran kelurahan pada tahun 2021. Padahal dana tersebut dapat dipergunakan untuk membantu operasional RT dalam melaksanakan PPKM mikro di wilayah. Sehingga dana kelurahan yang ada, hanya bersumber dalam APBD Kota Balikpapan yang tercatat mencapai Rp 75 juta per kelurahan.
“Kalau dulu dari pusat itu ada sekitar Rp 325 juta yang dialokasi ke kelurahan, ini yang masih kita kaji bersama DPRD. Kami paham masyarakat perlu penghasilan agar daya belinya meningkat. Makanya diupayakan lewat padat karya,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post