Balikpapan, Borneoupdate.com – Kenaikan kasus terkonfirmasi positif di Balikpapan dalam beberapa hari terakhir direspon cepat oleh pihak Satgas Covid-19. Salah satunya dengan meminta manajemen di seluruh rumah sakit bersiaga jika terjadi penambahan pasien rawat inap Covid-19 usai lebaran Idul Fitri tahun ini.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan dari data yang dimiliki saat ini tercatat tingkat keterisian pasien rawat inap Covid-19 di kota minyak masih berkisar di bawah 50%. Namun demikian pihaknya tetap memilih bersiaga sejak dini dengan meminta pihak rumah sakit memantau perkembangan di lapangan.
“Kami sudah meminta 11 rumah sakit yang melayani rawat inap pasien covid-19 untuk siaga. Karena usai lebaran, kasus Covid-19 terlihat mulai meningkat. Dua hari terakhir di atas 30 kasusnya. Hari ini malah 40 lebih,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/05).
Dari laporan yang ada, lanjut wanita yang akrab disapa Dio ini, keterisian ruang rawat inap baru sekitar 15%, ruang gawat darurat (ICU) 41% dan untuk isolasi di asrama haji masih ada 53 ranjang untuk laki-laki dan 41 untuk wanita. Dengan rincian jumlah keterisian rumah sakit masih di bawah 50% yakni dari 523 tempat tidur di 11 rumah sakit hanya terisi 79 pasien Covid-19.
“Secara prosentase masih tergolong aman. Tapi tidak salah juga kita bersiaga sejak dini dengan kenaikan pasien positif beberapa hari terakhir ini. Makanya kami telah minta agar rumah sakit tetap siaga,” lanjutnya lagi.
Dio mengaku bersyukur kebijakkan menutup tempat wisata saat libur lebaran di Balikpapan cukup membawa dampak positif. Karena di sejumlah daerah yang membuka tempat wisata justru terjadi kerawanan karena banyaknya masyarakat yang berkunjung menimbulkan kerumunan. Meskipun ada juga yang membatasi jumlah pengunjung hingga 50% dari kapasitas lokasi wisatanya. (SAN)
















Discussion about this post